Harga Minyak Melonjak Usai Arahan Uranium Iran
Harga minyak melonjak pada hari Kamis (21/5) setelah laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan agar uranium mendekati tingkat senjata tetap disimpan di dalam negeri, mempertegas salah satu titik sengketa utama dalam negosiasi damai dengan AS. Brent diperdagangkan di sekitar $107 per barel, sementara WTI berada di $100,95 per barel.
Kenaikan ini mengikuti penurunan 5,6% sebelumnya, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi berada di tahap akhir. Arahan Iran tersebut didorong kekhawatiran bahwa pengiriman uranium ke luar negeri dapat meningkatkan kerentanan terhadap serangan AS dan Israel.
Pasar minyak tetap dipengaruhi oleh berita yang bertentangan mengenai kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak vital. Meski harga minyak sudah naik lebih dari 40% sejak awal konflik, investor masih memperhitungkan kemungkinan deeskalasi mendadak.
Persediaan minyak global menurun dengan kecepatan rekor bulan ini, dengan penurunan besar tercatat di stok AS, termasuk cadangan strategis, sementara ekspor minyak AS membantu menjaga pasokan di pasar internasional. Beberapa maskapai Eropa melaporkan pasokan bahan bakar yang memadai untuk musim panas, menandakan sebagian risiko pasokan telah diatasi.
Variabel yang perlu dipantau: tanggapan Iran terhadap proposal AS, pergerakan aliran minyak melalui Selat Hormuz, stok minyak global, dan langkah-langkah AS terkait konflik. (arl)*
Sumber: Newsmaker.id