• Wed, May 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 May 2026 07:33  |

Harga Minyak Stabil, Pasar Waspadai Ancaman Baru Trump ke Iran

Harga minyak bergerak relatif stabil saat pelaku pasar menimbang ancaman terbaru Presiden Donald Trump untuk kembali menyerang Iran. Brent turun tipis dan berada di bawah $111/barel, sementara WTI bertahan di sekitar $104/barel, setelah keduanya melemah pada sesi sebelumnya.

Trump mengatakan bila Teheran tidak menyetujui syarat damai AS, Amerika “mungkin harus memberi pukulan besar lagi”. Pernyataan ini kembali membuka peluang eskalasi, tetapi pasar juga ingat pola yang berulang: ancaman muncul, lalu mereda. Akibatnya, banyak trader enggan menambah posisi bullish tanpa bukti kuat bahwa konflik benar-benar aktif lagi.

Di sisi fundamental, gangguan arus energi tetap menjadi kunci. Perang yang sudah memasuki pekan ke-12 disebut menekan lalu lintas di Selat Hormuz, mendorong harga energi global dan menjaga tekanan inflasi. AS juga dilaporkan menyita tanker terkait Iran di Samudra Hindia, menambah faktor risiko pasokan di jalur laut.

Di saat bersamaan, ada sinyal yang bisa mengurangi premi risiko jika benar terwujud. NATO disebut sedang membahas opsi pengawalan kapal bila rute tetap tertutup melewati awal Juli. Jika langkah ini berjalan efektif, pasokan bisa kembali mengalir lebih cepat dari perkiraan sebagian pelaku pasar yang sudah mem-price-in penutupan lebih lama.

Dari sisi AS, laporan industri menunjukkan stok minyak mentah turun 9,1 juta barel pekan lalu, yang bila dikonfirmasi data resmi bisa menjadi penurunan terbesar sejak September. Pasar juga memperhatikan arus opsi yang tidak biasa, termasuk transaksi besar put options Brent setara 134 juta barel, yang menambah kewaspadaan terhadap volatilitas mendadak.

5 inti poin :

- Brent di sekitar $110,72 dan WTI $103,82; harga cenderung stabil.

- Pasar menimbang ancaman baru Trump, tapi masih ragu karena sering berubah-ubah.

- Selat Hormuz tersendat menjaga risiko pasokan dan tekanan inflasi.

- Opsi pengawalan NATO bisa menurunkan premi risiko jika pasokan lancar lagi.

- Newsmaker menilai arah minyak ke depan ditentukan oleh headline geopolitik dan kondisi pasokan riil. Eskalasi konflik atau gangguan pengiriman berpotensi menaikkan volatilitas dan menopang harga. Jika akses Hormuz membaik, premi risiko bisa menyusut. Pasar juga menunggu data stok resmi AS, sikap AS soal ekspor, dan arus opsi besar yang bisa memicu pergerakan cepat.(Asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai