• Tue, May 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 May 2026 11:31  |

Emas Tetap Tertekan, Pemulihannya Hanya Sesaat

Harga emas melemah setelah gagal mempertahankan pemulihan singkat dari level terendah sejak akhir Maret. XAU/USD sempat naik ke area US$4.590 pada sesi Asia, namun kembali menarik penjual ketika pasar menilai kemajuan negosiasi AS–Iran masih minim dan dolar kembali menguat.

Kebuntuan di jalur diplomasi menjadi salah satu pemicu utama. Meski Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda rencana serangan ke Iran atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, pasar tetap skeptis karena perbedaan besar terkait program nuklir Iran dan pembukaan Selat Hormuz belum terselesaikan.

Respons dari Teheran juga memperkuat persepsi risiko belum hilang. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak tekanan dari peringatan Trump bahwa “waktu menipis” dan menegaskan Iran tidak akan tunduk pada kekuatan mana pun. Di sisi lain, Trump mengatakan militer AS tetap disiagakan untuk serangan skala penuh bila kesepakatan gagal, menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi.

Namun, kali ini dukungan safe haven ke emas tidak dominan karena pasar lebih fokus pada transmisi inflasi dan suku bunga. Taruhan pelonggaran The Fed untuk sisa 2026 disebut sudah “hilang,” dan pasar mulai memperhitungkan setidaknya satu kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. CME FedWatch menunjukkan peluang sekitar 40% untuk kenaikan 25 bps pada pertemuan Desember.

Kenaikan ekspektasi suku bunga ikut menjaga imbal hasil obligasi AS tinggi, termasuk yield obligasi 30 tahun yang bertahan dekat level tertinggi sejak 2023. Kondisi yield tinggi dan dolar kuat biasanya menjadi kombinasi yang menekan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Fokus berikutnya tertuju pada rilis FOMC Minutes pada Rabu untuk petunjuk arah suku bunga, serta headline lanjutan dari Timur Tengah yang bisa mengubah sentimen secara cepat. Namun dengan latar yield yang ketat dan dolar yang kembali bid, jalur yang lebih mudah untuk emas dalam jangka dekat masih cenderung ke bawah.

5 poin inti

- Emas gagal lanjutkan rebound; setelah naik ke area US$4.590, kembali melemah.

- Negosiasi AS–Iran mandek; isu nuklir dan Hormuz tetap jadi penghambat.

- Pernyataan Trump soal kesiapan serangan menjaga risiko geopolitik, namun ternyata tidak cukup mengangkat emas.

- Ayu dari Newsmaker memperkirakan, meski tensi mereda sesaat, risiko konflik kembali meningkat masih ada. Situasi masih penuh ketidakpastian dan risiko eskalasi tetap terbuka dan bisa kembali memicu volatilitas, terutama pada minyak, dolar AS, dan emas.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai