• Mon, May 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 May 2026 16:05  |

Minyak Naik, Serangan di UEA Tambah Naikkan Premi Risiko

Harga minyak memperpanjang kenaikan pada Senin (18/5) setelah prospek perdamaian di Timur Tengah semakin suram menyusul serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Uni Emirat Arab. Perkembangan ini menambah premi risiko pasokan, di tengah meningkatnya serangan drone dan retorika yang mengarah pada eskalasi konflik.

Kontrak berjangka Brent naik 57 sen (0,52%) menjadi US$109,83 per barel pada 08:08 GMT, setelah sempat menyentuh US$112—tertinggi sejak 5 Mei. WTI naik 79 sen (0,75%) menjadi US$106,21 setelah menyentuh US$108,70, tertinggi sejak 30 April. Kontrak WTI bulan depan (Juni) akan berakhir pada Selasa.

Kedua acuan telah menguat lebih dari 7% pekan lalu setelah harapan kesepakatan untuk menghentikan serangan dan penyitaan kapal di sekitar jalur Selat Hormuz memudar. Pembicaraan Trump–Xi pekan lalu juga berakhir tanpa sinyal dari importir minyak terbesar dunia bahwa Beijing akan membantu meredakan konflik yang dipicu serangan AS–Israel terhadap Iran.

Di kawasan, Arab Saudi melaporkan mencegat tiga drone yang masuk dari wilayah udara Irak dan memperingatkan akan mengambil langkah operasional yang diperlukan terhadap upaya pelanggaran kedaulatan. UEA menyatakan sedang menyelidiki sumber serangan terhadap fasilitas Barakah dan menegaskan memiliki hak untuk merespons apa yang mereka sebut sebagai “serangan teroris.”

Dari Washington, Axios melaporkan Trump dijadwalkan bertemu penasihat keamanan nasional pada Selasa untuk membahas opsi aksi militer. Sementara itu, pemerintahan Trump pada Sabtu membiarkan kedaluwarsa pengecualian sanksi yang sebelumnya memungkinkan negara termasuk India membeli minyak Rusia via jalur laut setelah perpanjangan satu bulan, menambah faktor ketidakpastian pasokan di pasar global.

Kombinasi risiko geopolitik, ancaman gangguan pengiriman, dan ketidakpastian kebijakan sanksi berpotensi menjaga volatilitas minyak tinggi. Bagi pasar, minyak yang bertahan tinggi memperkuat risiko inflasi dan dapat memperketat kondisi finansial jika bank sentral kembali dipaksa bersikap lebih restriktif. (arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai