Bitcoin Lanjutkan Penurunan, Pasar Cermati Fed dan Risiko Timur Tengah
Bitcoin kembali melemah pada perdagangan Senin (18/5), turun di bawah level US$77.000 di tengah memburuknya sentimen risiko global. Berdasarkan data pasar terkini, Bitcoin bergerak di sekitar US$76.895, dengan level intraday berada di kisaran US$76.655–US$78.514. Pelemahan ini memperpanjang tekanan akhir pekan setelah Bitcoin sebelumnya sempat mencoba menembus kembali area US$80.000, namun gagal mempertahankan momentum.
Tekanan terhadap Bitcoin datang dari kombinasi kenaikan yield obligasi global dan lonjakan harga minyak. Harga Brent dilaporkan masih bertahan di sekitar US$110 per barel, setelah sempat terdorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk insiden drone di kawasan Uni Emirat Arab dan mandeknya upaya diplomatik terkait Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi energi global.
Kenaikan harga energi membuat pasar kembali menilai bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Ketika yield obligasi naik, aset berisiko seperti kripto cenderung tertekan karena investor lebih tertarik pada instrumen yang dianggap lebih aman dan menawarkan imbal hasil. Sentimen ini juga menekan Ethereum yang bergerak melemah di sekitar US$2.117, dengan penurunan harian sekitar 3%.
Selain Bitcoin dan Ethereum, sejumlah altcoin juga ikut melemah mengikuti suasana risk-off di pasar global. Investor masih berhati-hati menjelang rilis kinerja Nvidia pekan ini, yang berpotensi memengaruhi sentimen pada saham teknologi dan aset berisiko. Selama ketegangan Iran belum mereda, harga minyak masih tinggi, dan ekspektasi suku bunga belum melunak, pasar kripto berpotensi tetap bergerak volatil. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id