• Mon, May 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 May 2026 17:15  |

Era Warsh Dimulai, Pasar Siap “Higher for Longer”

Federal Reserve memasuki fase kepemimpinan baru dengan Kevin Warsh yang akan segera dilantik sebagai ketua, mengakhiri era Jerome Powell yang diwarnai friksi panjang dengan Gedung Putih, pandemi global, dan pertarungan melawan inflasi tinggi. Powell akan tetap menjadi gubernur dan memimpin sementara hingga Warsh resmi mengucap sumpah jabatan, membuka babak baru relasi bank sentral dengan Presiden AS Donald Trump.

Meski Trump menginginkan pemangkasan suku bunga, Warsh berpotensi menghadapi batas yang sama seperti pendahulunya: inflasi yang kembali menjauh dari target 2%. Pasar bahkan menilai Warsh bisa dipaksa menaikkan suku bunga secepat Januari, mencerminkan ekspektasi bahwa kebijakan “lebih ketat lebih lama” belum selesai.

Di sisi inflasi, sejumlah faktor disebut mendorong tekanan harga tetap tinggi: dampak tarif impor yang belum hilang, lonjakan harga minyak selama perang AS–Israel melawan Iran, serta belanja dan investasi yang masih kuat. Tren “disinflation” yang sempat berkembang belakangan ikut berbalik arah setelah guncangan tarif dan biaya energi, membuat beberapa pejabat Fed menilai tekanan harga kembali membangun.

Mandat kedua The Fed—ketenagakerjaan—juga menjadi sumber tarik-menarik. Sejauh ini, tingkat pengangguran bertahan di 4,3%, relatif rendah secara historis, sehingga urgensi dukungan lewat pemangkasan suku bunga dinilai tidak sekuat saat pasar kerja melemah. Para pendukung pemangkasan berargumen pasar tenaga kerja lebih rapuh daripada terlihat dan berisiko mengalami kenaikan pengangguran yang cepat, namun fokus pejabat belakangan cenderung kembali ke inflasi.

Warsh juga mewarisi isu besar neraca The Fed. Portofolio sekitar US$6,7 triliun—terutama Treasury dan sekuritas berbasis hipotek—merupakan jejak pelonggaran era krisis seperti pandemi, sekaligus bagian dari perangkat pengelolaan suku bunga jangka pendek. Warsh diperkirakan akan mengeksplorasi perubahan regulasi dan kebijakan untuk mengecilkan neraca, namun prosesnya berpotensi panjang dan hasil awal terbatas. Neraca yang mengecil juga berisiko menambah tekanan ke suku bunga jangka panjang yang sudah naik, memengaruhi biaya kredit seperti hipotek.

Soal suku bunga kebijakan, The Fed menahan kisaran 3,5%–3,75% sejak Desember dan menilai stance saat ini masih sedikit restriktif—menekan inflasi tanpa mendorong lonjakan pengangguran secara tajam. Namun sejumlah pembuat kebijakan mulai ingin bahasa pernyataan yang lebih hawkish, memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga bisa sama mungkin dengan pemangkasan. Jika itu menguat menjelang rapat pertama Warsh pada Juni, tantangan awalnya adalah mengelola ekspektasi pasar sekaligus menghadapi Trump dengan potensi “pergeseran nada” sejak pertemuan pertama.

Di luar keputusan jangka dekat, debat era Warsh diperkirakan melebar ke isu struktural: dampak AI pada produktivitas dan pasar tenaga kerja, serta perubahan demografi—penuaan populasi dan penurunan imigrasi—yang mempengaruhi kapasitas ekonomi dan tekanan upah. Pasar akan memantau tiga hal: apakah inflasi terus melebar, apakah komite bergerak ke bahasa yang membuka peluang kenaikan, dan seberapa agresif Warsh mendorong agenda pengecilan neraca tanpa mengerek suku bunga jangka panjang lebih jauh. (arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai