• Wed, Apr 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

22 April 2026 11:11  |

Minyak Bertahan Tinggi, Gencatan Diperpanjang tapi Blokade Hormuz Tetap

Harga minyak bertahan di level tinggi setelah reli dua hari, seiring Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran meski jalur diplomasi tersendat dan blokade Selat Hormuz masih menahan arus pasokan. Pasar menilai perpanjangan gencatan meredakan risiko serangan baru dalam waktu dekat, tetapi hambatan fisik pada pengiriman minyak belum berubah.

Brent bergerak di sekitar $98 per barel setelah naik hampir 9% dalam dua sesi sebelumnya, sementara WTI berada di sekitar $89. Trump mengatakan AS akan menahan diri dari serangan baru terhadap Iran, namun tetap memblokir kapal yang terkait dengan Republik Islam sampai “diskusi selesai, apa pun hasilnya.”

Trump juga memperkeras pesan lewat unggahan di Truth Social, menyatakan AS tidak akan membuka blokade untuk membuka Hormuz tanpa kesepakatan. Pernyataan tersebut menjaga persepsi pasar bahwa tekanan ekonomi dan militer masih menjadi instrumen utama AS, meski gencatan diperpanjang.

Minyak tetap bergejolak karena perkembangan di Teluk Persia dan nyaris terhentinya pengiriman melalui Hormuz, jalur yang biasanya membawa sekitar seperlima arus minyak dunia. Volatilitas disebut melonjak ke level tertinggi sejak 2020, menegaskan harga bergerak cepat mengikuti perubahan headline, sementara kondisi pasokan di lapangan belum pulih.

Rebecca Babin dari CIBC Private Wealth Group menilai headline bergerak sangat cepat, namun “barel” tetap tertahan karena arus masih terbatas. Tasnim melaporkan Iran tidak akan membuka selat selama Angkatan Laut AS masih mencegat kapal, dan akan mematahkan blokade dengan kekuatan bila perlu. AS mengatakan pada Selasa menghentikan dan menaiki tanker yang terkena sanksi, setelah menyita kapal kargo pada akhir pekan, dan total telah memutarbalikkan 28 kapal.

Harga juga sempat melonjak di atas $100 per barel pada perdagangan setelah penutupan ketika muncul laporan pembatalan perjalanan Wakil Presiden JD Vance ke Islamabad dan kabar Iran menyampaikan tidak akan menghadiri pembicaraan, sebelum berbalik turun setelah komentar Trump soal perpanjangan gencatan. Pasar tetap melihat status Hormuz sebagai penentu utama, di tengah rangkaian isu yang belum terselesaikan, termasuk program nuklir Iran, konflik Israel–Lebanon, serta kebijakan “tekanan maksimum” AS yang diklaim akan membatasi kemampuan Iran mengekspor minyak. Pada perdagangan terbaru, Brent Juni turun 0,3% ke $98,17 per barel (12.01 Singapura) dan WTI Juni turun 0,5% ke $89,23.

5 inti poin (detail & sederhana):

- Minyak bertahan tinggi setelah reli dua hari, meski gencatan AS–Iran diperpanjang dan pembicaraan damai tersendat.

- Brent sekitar $98 dan WTI sekitar $89; Brent naik hampir 9% dalam dua sesi sebelum koreksi tipis.

- Trump menahan serangan baru, tetapi menegaskan blokade Hormuz tetap hingga pembahasan selesai.

- Arus Hormuz masih nyaris berhenti; Iran menolak membuka selat selama intersepsi AS berlanjut, AS menyebut telah memutarbalikkan 28 kapal dan melakukan boarding pada tanker bersanksi.

- Harga sangat sensitif pada headline (sempat >$100) karena pasar menilai tanpa pembukaan Hormuz, lingkungan minyak tinggi dan risiko inflasi tetap bertahan.(Asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai