• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 February 2026 16:45  |

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS–Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid—khususnya dari India—yang ikut mengurangi kekhawatiran surplus di pasar. Pelaku pasar menilai headline Timur Tengah kembali “lebih berat” dibanding sentimen negatif dari lonjakan persediaan minyak AS.

Pada pukul 09:15 GMT, Brent naik 78 sen (+1,13%) ke $69,77 per barel, sementara WTI menguat 75 sen (+1,18%) ke $64,52 per barel. Kenaikan ini memperpanjang penguatan dua hari terakhir, seiring pasar kembali memasang “risk premium” pada jalur suplai strategis di kawasan Teluk.

Dari sisi geopolitik, Teheran menyatakan pembicaraan nuklir dengan AS memberi ruang untuk mengukur keseriusan Washington dan masih ada konsensus untuk melanjutkan jalur diplomatik. Namun, optimisme itu cepat berhadapan dengan risiko eskalasi setelah muncul laporan AS mempertimbangkan opsi mengirim kapal induk kedua bila negosiasi gagal—membuat pasar kembali menghitung skenario gangguan suplai dan potensi respons Iran.

Faktor pendukung lain datang dari India. Sejumlah penyuling India dilaporkan mengurangi pembelian minyak Rusia—dalam konteks negosiasi dagang dengan AS—yang pada gilirannya mendorong pembelian dari Timur Tengah dan Afrika Barat. Aliran permintaan ini membantu pasar menyerap barel berlebih yang sempat terlihat di akhir 2025, sehingga tekanan surplus sedikit mereda.

Di sisi fundamental AS, pasar juga menunggu data resmi persediaan dari EIA. Konsensus memperkirakan stok minyak mentah naik sekitar 800 ribu barel untuk pekan yang berakhir 6 Februari, sementara stok distilat dan bensin diperkirakan turun. Sebelumnya, API melaporkan stok minyak mentah AS melonjak 13,4 juta barel—jika terkonfirmasi, ini menjadi kenaikan terbesar sejak November 2023 dan berpotensi menahan kenaikan harga jika fokus pasar beralih ke sisi suplai.

Ke depan, arah minyak akan sangat bergantung pada dua pemicu: (1) apakah headline AS–Iran bergerak ke arah de-eskalasi atau justru memperbesar risiko, dan (2) apakah data EIA mengonfirmasi lonjakan stok yang besar. Selama ketidakpastian Timur Tengah tetap tinggi, pasar cenderung mempertahankan premi risiko—meski ruang volatilitas tetap terbuka bila data stok memperburuk kekhawatiran demand. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai