• Wed, Aug 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 August 2026 15:42  |

IEA: Defisit Pasokan Minyak Makin Lebar, Stok Global Menipis

Pasar minyak global diperkirakan menghadapi defisit pasokan yang lebih besar pada kuartal ini seiring konflik Iran kembali meningkat. International Energy Agency (IEA) memperkirakan persediaan minyak global akan turun jauh lebih cepat dibanding proyeksi sebelumnya akibat gangguan produksi dan pelayaran di kawasan Timur Tengah.

IEA memperkirakan pasar minyak mengalami kekurangan sekitar 1,8 juta barel per hari, dipicu oleh kembali meningkatnya konflik dan gangguan maritim yang menghambat pemulihan produksi. Untuk sepanjang 2026, defisit pasokan diperkirakan menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir.

Di sisi lain, harga energi yang tinggi mulai memberikan tekanan terhadap permintaan. IEA memangkas proyeksi permintaan minyak global dan memperkirakan konsumsi tahun ini turun sekitar 1,6 juta barel per hari, hampir 50% lebih besar dari estimasi sebelumnya. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak pandemi Covid-19 pada 2020.

Gangguan kembali meningkat setelah gencatan senjata singkat antara AS dan Iran pada pertengahan Juni sempat membantu memulihkan ekspor minyak dari Teluk Persia. Kini, jalur pelayaran dan infrastruktur energi kembali mendapat tekanan, mendorong kenaikan harga bensin dan diesel serta meningkatkan beban bagi konsumen.

Namun, penurunan produksi masih lebih kecil dibanding skenario terburuk yang sempat diperkirakan pada awal konflik. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memanfaatkan jalur pipa alternatif, sementara sejumlah tanker masih dapat mengangkut minyak melalui Selat Hormuz. Menteri Energi AS Chris Wright menyebut sekitar 9 juta barel per hari masih berhasil keluar dalam sepekan terakhir, meski hanya sekitar separuh dari volume sebelum perang.

Analisis Newsmake : Laporan IEA menunjukkan risiko pasar minyak masih condong ke arah pasokan yang ketat dalam jangka pendek. Selama Hormuz belum kembali beroperasi normal dan cadangan global terus menyusut, harga minyak berpotensi tetap tinggi. Namun, IEA memperkirakan pasar dapat kembali surplus menjelang akhir tahun, sehingga tekanan harga berpeluang mereda jika produksi pulih dan jalur pelayaran kembali normal.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai