Emas Tertahan di Area Tinggi, Lonjakan Minyak Ganggu Prospek Suku Bunga
Harga emas bergerak relatif datar pada perdagangan Selasa setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Emas spot berada di sekitar US$4.391 per troy ons, sementara kontrak berjangka naik tipis ke sekitar US$4.450.
Tekanan terhadap emas muncul setelah yield Treasury AS naik ke level tertinggi dalam satu pekan. Kenaikan yield membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi sedikit kurang menarik, terutama ketika pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed.
Namun, daya tahan emas masih cukup kuat. Permintaan datang dari investor yang khawatir tertinggal reli setelah sebelumnya melewatkan penurunan emas ke area US$4.000. Aksi short covering dan meningkatnya kebutuhan terhadap aset safe haven juga ikut menjaga harga tetap tinggi.
Dukungan tambahan masih datang dari China. Bank Sentral China meningkatkan cadangan emasnya pada Juli dalam jumlah terbesar sejak Oktober 2023, memperkuat indikasi bahwa permintaan resmi terhadap emas masih terus berlanjut.
Fokus pasar kini tertuju pada CPI AS yang akan dirilis Rabu. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah suku bunga The Fed. Setelah harga minyak kembali naik akibat berkurangnya harapan terhadap terobosan diplomatik di Timur Tengah, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga September naik menjadi sekitar 52%, dari sekitar 44% pada Senin.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id