Hormuz Belum Jelas, Minyak Tetap Menguat
Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan Jumat karena pasar kembali mencemaskan rencana pembukaan Selat Hormuz. Investor masih menilai kemungkinan Iran menerapkan larangan dan denda terhadap kapal yang dianggap bermusuhan atau melanggar aturan pelayaran baru.
Harga Brent naik sekitar 0,9% ke US$83,24 per barel, sementara West Texas Intermediate atau WTI menguat 0,5% ke US$77,71 per barel. Pada perdagangan Kamis, kedua acuan minyak tersebut bahkan ditutup naik lebih dari US$3 per barel.
Kenaikan terjadi setelah Iran meninjau rancangan aturan yang dapat melarang kapal Amerika Serikat dan Israel melewati Selat Hormuz. Jalur tersebut sangat penting karena sebelum perang pecah pada akhir Februari, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia melewati kawasan tersebut.
Meski minyak kembali naik, Brent dan WTI masih menuju penurunan sekitar 8% sepanjang pekan. Harga sempat jatuh tajam pada awal minggu ketika pasar berharap konflik Iran-AS segera mereda dan pengiriman energi melalui Hormuz dapat kembali normal.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa ketegangan belum benar-benar berakhir. Iran disebut meminta biaya sekitar 5%–7% dari nilai kargo bagi kapal yang menggunakan selat tersebut, sementara Oman membahas biaya sekitar 3%. Amerika Serikat menolak adanya pungutan apa pun.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id