Minyak Anjlok, Emas Kembali Bersinar
Harga emas menguat pada perdagangan Senin (3/8) setelah dolar AS melemah dan harga minyak turun tajam. Emas spot naik 0,4% ke sekitar US$4.055,36 per troy ounce, sedangkan kontrak berjangka emas AS menguat 0,2% menjadi US$4.054,20.
Sentimen positif muncul setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan baru terhadap Iran dan memilih mengejar kesepakatan diplomatik. Perundingan dijadwalkan berlangsung pada Senin, dengan fokus pada program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Optimisme tersebut membuat harga minyak jatuh lebih dari US$4 per barel. Penurunan energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi perkiraan bahwa Federal Reserve harus mempertahankan atau menaikkan suku bunga dalam waktu lama.
Emas juga ditopang oleh pelemahan dolar ke level terendah sejak pertengahan Juni serta turunnya yield obligasi AS tenor 10 tahun. Dolar dan yield yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan bunga.
Pasar selanjutnya menunggu data tenaga kerja AS, termasuk ADP dan Nonfarm Payrolls. Data pekerjaan yang melemah dapat memperkuat peluang The Fed menahan suku bunga dan membuka ruang penguatan emas lebih lanjut.
Analisis Newsmaker: Sentimen emas masih positif selama harga minyak, dolar, dan yield AS tetap melemah. Namun, komentar hawkish pejabat The Fed dapat membatasi kenaikan. Area US$4.050 menjadi penopang penting, sedangkan US$4.080–US$4.100 menjadi hambatan berikutnya.(yds)
Sumber: Newsmaker.id