Dolar Melemah Lima Hari Beruntun
Indeks dolar AS turun mendekati level 99,5 pada perdagangan Senin(3/8), melanjutkan pelemahan selama lima sesi berturut-turut. Tekanan terhadap dolar meningkat setelah Jepang mengonfirmasi telah melakukan operasi pembelian yen secara terkoordinasi dengan Amerika Serikat.
Data Bank of Japan mengindikasikan pemerintah Jepang kemungkinan menghabiskan dana hingga US$58,97 miliar dalam operasi tersebut pada Kamis. Langkah itu mendorong yen menguat dan menekan posisi dolar terhadap mata uang utama lainnya.
Otoritas Jepang juga menyatakan siap melakukan intervensi terkoordinasi tambahan apabila diperlukan. Pemerintah menegaskan terus menjalin komunikasi erat dengan pihak AS untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing.
Di Amerika Serikat, perhatian investor kini beralih pada rangkaian data pasar tenaga kerja pekan ini. Laporan ketenagakerjaan bulanan yang akan dirilis Jumat menjadi data utama karena dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
The Fed pekan lalu mempertahankan suku bunga, meskipun tiga pejabat menyatakan perbedaan pendapat dan memperingatkan risiko pengetatan yang lebih agresif apabila tindakan terlalu lama ditunda. Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 68% bagi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.(gn)
Sumber: Newsmaker.id