Intervensi Jepang Tekan Bursa Tokyo
Indeks Nikkei 225 turun 2% mendekati level 63.000 pada perdagangan Senin, sementara indeks Topix melemah 2,5% ke posisi 3.902. Penurunan tersebut membalikkan kenaikan pada sesi sebelumnya.
Tekanan terhadap pasar saham Jepang muncul setelah yen melanjutkan penguatan. Pemerintah Jepang mengonfirmasi telah melakukan operasi pembelian yen secara terkoordinasi dengan Departemen Keuangan Amerika Serikat.
Kementerian Keuangan Jepang juga menyatakan siap melakukan intervensi tambahan apabila diperlukan. Otoritas Jepang menegaskan masih terus berkomunikasi erat dengan pihak AS untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing.
Penguatan yen menekan prospek keuntungan perusahaan Jepang yang bergantung pada ekspor karena pendapatan dari luar negeri menjadi lebih rendah ketika dikonversi ke mata uang domestik. Kondisi tersebut juga membuat saham Jepang kurang menarik bagi investor asing.
Saham Mitsubishi UFJ turun 2,9%, Toyota Motor anjlok 5,2%, dan Advantest melemah 2,7%. Sementara itu, saham Fanuc jatuh lebih dari 17% meskipun perusahaan otomasi tersebut menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh.(gn)
Sumber: Newsmaker.id