Diplomasi Iran Tekan Dolar dan Yield AS
Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan dolar AS melemah (3/8) pada perdagangan Eropa. Pasar merespons keputusan Presiden Donald Trump untuk kembali membuka jalur diplomasi dengan Iran, sehingga kekhawatiran terhadap eskalasi konflik mulai mereda.
Optimisme perundingan membuat harga minyak turun tajam. Penurunan energi membantu mengurangi kekhawatiran inflasi, sehingga investor menurunkan perkiraan bahwa Federal Reserve perlu mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun sekitar 5,7 basis poin menjadi 4,687%. Turunnya imbal hasil obligasi mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap surat utang sekaligus berkurangnya tekanan inflasi dari harga energi.
Indeks dolar DXY ikut melemah 0,1% ke sekitar 99,823. Permintaan terhadap dolar sebagai aset aman berkurang, sementara intervensi bersama Amerika Serikat dan Jepang untuk memperkuat yen turut membatasi pemulihan dolar terhadap mata uang Jepang.
Analisis Newsmaker: Pelemahan dolar dan yield AS menjadi sentimen positif bagi emas. Selama diplomasi AS–Iran menekan harga minyak dan ekspektasi kenaikan suku bunga, emas berpeluang tetap bertahan kuat. Namun, kegagalan perundingan dapat kembali mengangkat minyak, inflasi, dan volatilitas pasar.(yds)
Sumber: Newsmaker.id