Emas Melemah Saat Risiko TimTeng Angkat Dolar dan Yield
Harga emas (XAU/USD) bergerak turun pada Rabu (3/6) dan bertahan di sekitar US$4.455, dengan penurunan sekitar 1,85% sepanjang pekan ini. Tekanan muncul ketika eskalasi terbaru di Timur Tengah meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai AS-Iran dalam waktu dekat.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut pasukan AS mencegat sejumlah rudal balistik dan drone Iran yang menargetkan Kuwait dan Bahrain pada Selasa. Sebagai respons, AS melakukan serangan ke sebuah stasiun kendali darat militer Iran di Pulau Qeshm, yang berada di area Selat Hormuz.
Di sisi diplomasi, Presiden AS Donald Trump membantah laporan media Iran yang menyebut pembicaraan macet. Trump juga mengatakan Iran telah sepakat untuk tidak memiliki senjata nuklir, serta menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei terlibat dalam pembicaraan dengan AS.
Meski ada klaim negosiasi tetap berjalan, pasar masih cenderung memilih dolar AS sebagai aset lindung nilai karena status pembicaraan belum jelas, tensi kawasan bertahan, dan blokade di sekitar Selat Hormuz menjaga harga minyak tetap tinggi. Kenaikan minyak memperkuat kekhawatiran inflasi, menggeser fokus pasar ke risiko “energi mendorong harga” yang dapat menahan pelonggaran kebijakan moneter.
Dalam kerangka itu, ekspektasi suku bunga kembali menjadi faktor penekan emas: pasar menilai The Fed akan menahan suku bunga hingga akhir tahun, namun tetap memasang peluang sekitar 40% untuk kenaikan 25 bps pada pertemuan Desember. Ketika suku bunga dan yield bergerak lebih tinggi, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil cenderung melemah, sekaligus memberi dukungan tambahan bagi dolar.
Dari sisi data, ADP Employment Change naik menjadi 122 ribu pada Mei dari 105 ribu pada April, di atas perkiraan 117 ribu, yang memperkuat persepsi ketahanan pasar tenaga kerja. Perhatian berikutnya tertuju pada rilis ISM Services PMI sesi AS, arah harga minyak terkait Selat Hormuz, serta pergerakan dolar dan yield AS sebagai penentu apakah tekanan emas berlanjut atau mulai mereda.(yds)
Sumber: Newsmaker.id