Harga Emas Terkoreksi, Pasar Pantau Negosiasi AS-Iran
Harga emas (XAU/USD) bergerak melemah pada Kamis (21/5), diperdagangkan di sekitar $4.504 per ons, turun hampir 0,85% seiring pasar mencerna berita terbaru terkait konflik AS-Iran. Laporan Reuters yang menyebut bahwa Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan uranium hampir mendekati tingkat senjata tetap berada di dalam negeri menurunkan harapan kesepakatan cepat, meski kemudian pejabat Iran membantah laporan tersebut.
Sentimen safe-haven mendorong dolar AS menguat, dengan US Dollar Index (DXY) tetap di atas 99, level tertinggi lebih dari sebulan. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan menambah ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Risalah rapat Fed April menunjukkan mayoritas pejabat siap menyesuaikan kebijakan jika inflasi tetap di atas 2%, mendukung imbal hasil Treasury multi-bulan tinggi.
Tekanan dari dolar yang kuat dan imbal hasil obligasi yang tinggi menjadi hambatan bagi emas, yang tidak memberikan yield, sehingga momentum naik XAU/USD terbatas.
Di sisi data, klaim pengangguran awal AS turun menjadi 209.000, lebih rendah dari perkiraan 210.000. Sementara S&P Global PMI menunjukkan aktivitas manufaktur AS naik ke 55,3, level tertinggi 48 bulan, dengan PMI jasa sedikit menurun ke 50,9, menandakan pertumbuhan sektor manufaktur yang solid namun permintaan jasa yang moderat.
Variabel yang perlu dipantau: perkembangan negosiasi AS-Iran, pergerakan harga minyak, imbal hasil Treasury, data inflasi, dan kebijakan Fed berikutnya. (arl)*
Sumber: newsmaker.id