• Thu, May 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 May 2026 07:23  |

Minyak Bingung Cari Arah, Katalis masih Belum Pasti!

Harga minyak menguat tipis pada perdagangan awal hari Kamis (21/5), setelah anjlok tajam sebelumnya, seiring komentar Presiden Donald Trump bahwa AS berada dalam “tahap akhir” negosiasi dengan Iran. Brent dipasarkan di atas $105 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati $99 per barel.

Komentar Trump memicu harapan kesepakatan antara Washington dan Teheran yang bisa memungkinkan aliran minyak melalui Selat Hormuz kembali dalam waktu dekat. Pembukaan kembali jalur penting ini berpotensi menurunkan premi risiko pada harga minyak yang sempat melonjak akibat gangguan pasokan.

Meski optimisme muncul, pasar masih bergolak karena berita yang saling bertentangan tentang status negosiasi. Harga minyak tetap lebih dari 40% lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik dimulai akhir Februari. Para pedagang tetap memperhitungkan kemungkinan de-eskalasi tiba-tiba, termasuk kesepakatan yang membuka blokade minyak di Teluk Persia.

Ahli energi Rabobank, Joe DeLaura, menekankan bahwa meskipun kesepakatan tercapai, “pasar fisik masih kacau” karena distribusi minyak dari Teluk Persia ke tujuan bisa memakan waktu hingga 55 hari, sehingga stok akan tetap menyusut selama periode itu. CEO Abu Dhabi National Oil Co., Sultan Al Jaber, menambahkan aliran minyak Timur Tengah tidak akan pulih sepenuhnya hingga tahun 2027.

Stok minyak mentah AS turun sekitar 7,9 juta barel pekan lalu, sejalan dengan perkiraan sebelumnya. Beberapa tanda awal aliran minyak meningkat melalui Selat Hormuz juga mulai menurunkan premi risiko. Iran melaporkan 26 kapal melewati jalur dalam 24 jam terakhir, meskipun data pelacakan menunjukkan jumlah lebih sedikit.

Trump menyatakan perjanjian akan dibuat, atau tindakan tegas dapat diambil jika Iran tidak menerima persyaratan AS. Iran masih meninjau draf terbaru AS dan belum memberi respons resmi, dengan ancaman membalas di luar Timur Tengah jika terjadi serangan dari AS atau Israel. Brent untuk kontrak Juli naik 0,7% menjadi $105,78, sementara WTI naik 0,9% menjadi $99,19 per barel.

Poin Utama:

- Minyak naik tipis setelah jatuh tajam karena komentar Trump.

- Harapan kesepakatan AS-Iran mendukung aliran minyak Selat Hormuz.

- Pasar masih terombang-ambing oleh berita negosiasi yang belum pasti.

- Stok minyak AS turun, distribusi Teluk Persia masih tertunda.

Investor mengamati langkah diplomasi dan potensi eskalasi konflik.(asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai