Emas Rebound, Pasar Timbang Sinyal Damai Iran
Harga emas menghapus pelemahan awal dan kembali diperdagangkan di atas US$4.560 per ons pada Senin (18/5), mencoba pulih dari penurunan hampir 4% sepanjang pekan lalu. Pergerakan ini terjadi saat pelaku pasar memusatkan perhatian pada potensi kemajuan dalam upaya meredakan konflik Iran.
Meski Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Iran bergerak cepat, pasar merespons laporan yang belum terkonfirmasi mengenai kemungkinan terobosan. Disebutkan AS berpotensi melonggarkan sanksi atas minyak Iran, sementara Teheran dikabarkan bersedia melakukan pembekuan jangka panjang program nuklirnya—dua faktor yang jika terealisasi dapat menurunkan premi risiko geopolitik.
Namun pemulihan emas masih berhadapan dengan hambatan makro. Emas sebelumnya tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury setelah data inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan mendorong pasar menyingkirkan skenario pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.
Repricing ekspektasi suku bunga—termasuk spekulasi peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun—menekan daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Dengan demikian, arah emas kini sangat dipengaruhi tarik-menarik antara peluang de-eskalasi Iran yang menurunkan risk premium dan kondisi finansial AS yang makin ketat.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada konfirmasi resmi terkait sanksi minyak Iran dan komitmen nuklir, serta pergerakan dolar dan yield AS yang akan menentukan apakah pemulihan emas berlanjut atau kembali tertahan. (arl)*
Sumber : Newsmaker.id