• Tue, May 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 May 2026 16:35  |

Dolar Pulih, Sentimen Risk-Off Bertahan Meski Trump Tunda Serangan Iran

 

Dolar AS menghapus pelemahan hari sebelumnya pada Selasa (19/5), sementara saham dan obligasi pemerintah AS melemah karena keputusan Presiden Donald Trump menunda rencana serangan ke Iran gagal memulihkan selera risiko pasar. Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,3%, setelah pada Senin memutus tren penguatan enam sesi beruntun.

Di pasar obligasi, yield Treasury AS tenor 10 tahun naik 2 bps ke 4,61%, mempertegas bahwa tekanan suku bunga masih menjadi tema utama di tengah kekhawatiran inflasi. Citigroup menilai pelaku pasar obligasi mulai menjadikan 5,5% sebagai “angka bulat” baru untuk yield Treasury 30 tahun saat ekspektasi inflasi kembali dipasang lebih tinggi.

Trump mengatakan penundaan bombardemen baru ke Iran dilakukan setelah Arab Saudi dan sekutu Teluk lainnya meminta waktu tambahan untuk jalur diplomasi. Namun pasar tetap berhati-hati karena ketidakpastian geopolitik dinilai masih tinggi dan belum ada sinyal terobosan yang benar-benar menurunkan premi risiko.

Di Eropa, GBP/USD turun 0,3% ke 1,3389 setelah data menunjukkan perusahaan di Inggris memangkas tenaga kerja pada April, laju tercepat sejak awal pandemi. Penurunan ini terjadi setelah sterling sempat menguat 0,8% pada Senin—hari terbaik dalam lebih dari dua pekan—ketika Andy Burnham menyatakan tidak akan mengubah batas pinjaman pemerintah jika berkuasa, menenangkan kekhawatiran fiskal.

Di Asia, USD/JPY naik 0,2% ke 159,16, tertinggi sejak 30 April. Pelemahan yen kembali mengangkat isu risiko intervensi, dan mendorong minat pada strategi lindung nilai “tail risk” di opsi USD/JPY, meski volatilitas tersirat masih dekat level rendah siklus.

Sementara itu AUD/USD jatuh 0,8% ke 0,7114 mendekati titik terendah tiga pekan. Pejabat RBA Sarah Hunter menilai risiko ekspektasi inflasi Australia “elevated”, dan bank sentral menilai kenaikan suku bunga untuk ketiga kali berturut-turut memberi ruang memantau dampak lonjakan harga bahan bakar terkait konflik Timur Tengah terhadap rumah tangga dan bisnis. (arl)*

Sumber: Newsmaker.id

 

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai