Emas Turun, Trump–Xi Dipantau
Harga emas melemah untuk sesi keempat beruntun pada Jumat (15/5), tertekan penguatan dolar AS setelah rangkaian data ekonomi AS yang solid mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dalam waktu dekat. Fokus pasar juga tertuju pada pembicaraan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing yang belum menghasilkan terobosan kebijakan besar pada hari pertama.
Emas spot turun 0,7% menjadi US$4.612,67 per ons pada 21:45 ET (01:45 GMT), sementara emas berjangka AS turun 1,3% ke US$4.624,87 per ons. Secara mingguan, emas tercatat turun sekitar 2%.
Indeks dolar AS naik 0,3% pada perdagangan Asia dan menyentuh level tertinggi dua pekan, dengan kenaikan mingguan diperkirakan melampaui 1%. Dolar yang lebih kuat meningkatkan biaya emas bagi pembeli non-AS, sementara pergeseran ekspektasi suku bunga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Rangkaian rilis data AS pekan ini memperkuat kekhawatiran tekanan inflasi masih bertahan, terutama di tengah kenaikan harga minyak yang terkait ketegangan Timur Tengah. PPI April mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam empat tahun, inflasi konsumen juga lebih tinggi dari perkiraan, dan data penjualan ritel mengindikasikan permintaan konsumen masih relatif tangguh meski biaya energi naik.
Dalam konteks itu, pelaku pasar memangkas proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, dan sebagian mulai memasukkan peluang pengetatan tambahan. Di sisi geopolitik, pertemuan Trump–Xi dipantau untuk petunjuk arah hubungan dagang dan isu Iran; kedua pihak menyebut pembahasan “konstruktif” namun belum ada hasil kebijakan yang jelas, sementara Trump mengambil nada lebih keras terkait Iran melalui unggahan media sosial yang menegaskan operasi militer akan berlanjut.
Logam mulia lain juga melemah: perak turun 2,6% ke US$81,30 per ons, dan platinum turun 1,5% ke US$2.028,60 per ons.(asd)
Sumber : Newsmaker.id