GBP/USD Memerah Saat Ketidakpastian Politik Inggris Menguat!
GBP/USD mengalami tekanan jual di sesi Asia pada Jumat (15/05), bergerak melemah mendekati area 1,3370 setelah sebelumnya berada di sekitar 1,3365. Pelemahan Pound terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris dan memburuknya sentimen risk-off yang cenderung menopang Dolar AS.
Sumber tekanan utama datang dari dinamika politik domestik Inggris. Menteri Kesehatan Wes Streeting dilaporkan mengundurkan diri dengan alasan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer, di tengah gejolak internal Partai Buruh setelah hasil buruk pada pemilu lokal di Inggris serta perkembangan politik di Skotlandia dan Wales.
Ketidakstabilan politik tersebut juga disebut menutupi rilis PDB Inggris kuartal I yang lebih kuat dari perkiraan. Dalam konteks ini, pasar tampak menilai risiko politik sebagai faktor dominan, sehingga data pertumbuhan yang lebih baik belum cukup mengubah bias pelemahan Pound dalam jangka pendek.
Dari sisi eksternal, Dolar AS mendapat dukungan setelah data inflasi AS pekan ini, yakni PPI dan CPI, tercatat lebih panas dari perkiraan. Kondisi tersebut mendorong pasar menyesuaikan kembali ekspektasi jalur suku bunga The Fed, memperkuat asumsi bahwa suku bunga dapat bertahan lebih tinggi untuk lebih lama.
Komentar pejabat The Fed turut mempertegas fokus bank sentral pada risiko inflasi, dengan Kansas City Fed menekankan inflasi sebagai risiko terbesar bagi ekonomi yang dinilai masih resilien, sementara New York Fed menyebut belum melihat kebutuhan untuk mengubah kebijakan suku bunga di tengah ketidakpastian terkait perang di Timur Tengah. Ke depan, pelaku pasar akan memantau perkembangan politik Inggris, dinamika inflasi dan komunikasi The Fed, serta perubahan sentimen risiko global yang dapat memengaruhi arah GBP/USD. (asd)
Sumber: Newsmaker.id