Hang Seng Turun, Pasar Tahan Risiko Jelang Hasil Trump–Xi
Saham Hong Kong melemah pada Jumat (15/5), dengan investor kembali berhati-hati meski Wall Street semalam mencetak rekor berkat reli AI dan laba korporasi AS yang kuat. Indeks Hang Seng turun 205 poin atau 0,8% ke 26.180, setelah ditutup datar pada sesi sebelumnya.
Sentimen tertekan karena pasar masih menunggu hasil konkret dari pertemuan puncak Trump–Xi di Beijing. Pelaku pasar cenderung menahan posisi agresif, meski ada optimisme bahwa hubungan AS–China dapat membaik, mengingat detail kebijakan yang belum terlihat jelas.
Di sisi makro, kenaikan harga minyak yang menuju kenaikan mingguan ikut menambah lapisan risiko. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan, yang dapat memperkuat tekanan inflasi dan menambah risiko perlambatan pertumbuhan global.
Pelemahan Hang Seng dipimpin tekanan di saham keuangan dan teknologi. Beberapa saham yang melemah antara lain Mao Geping Cosmetics (-5,5%), CARsgen Therapeutics (-6,5%), Tencent (-0,3%), Kuaishou (-0,2%), dan Laopu Gold (-1,0%).
Di tengah pelemahan luas, Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) justru naik 6,2%, menonjol sebagai penopang terbatas bagi sentimen sektor semikonduktor. Pasar kini memantau dua katalis utama: kejelasan hasil Trump–Xi serta arah risiko energi dari Hormuz yang dapat mempengaruhi inflasi dan selera risiko kawasan.(asd)
Sumber : Newsmaker.id