• Mon, May 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 May 2026 08:48  |

Trump: Xi Setuju Hormuz Harus Dibuka, China Belum Tunjukkan Sikap Tegas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping sepakat Iran harus membuka kembali Selat Hormuz. Namun hingga kini belum ada indikasi bahwa Beijing akan secara aktif menekan Teheran untuk mengambil langkah tersebut.

Dalam perjalanan pulang dari Beijing usai dua hari pertemuan dengan Xi, Trump menyatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan pencabutan sanksi terhadap perusahaan minyak China yang membeli minyak Iran. China diketahui merupakan pembeli terbesar minyak Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.

Meski Trump mengklaim adanya kesepahaman soal pentingnya pembukaan Selat Hormuz, Xi tidak secara terbuka mengomentari pembahasan terkait Iran. Kementerian Luar Negeri China hanya menyebut perang tersebut sebagai konflik yang “seharusnya tidak pernah terjadi dan tidak memiliki alasan untuk berlanjut.”

Selat Hormuz, yang sebelumnya menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, telah efektif ditutup Iran sejak serangan militer AS dan Israel pada akhir Februari. Gangguan ini memicu krisis pasokan energi terbesar dalam sejarah modern dan mendorong lonjakan harga minyak global.

Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan Teheran telah menyiapkan mekanisme baru untuk mengatur lalu lintas kapal melalui jalur khusus yang akan segera diumumkan. Namun, ia menegaskan hanya kapal komersial dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan diizinkan melintas, dengan pemberlakuan biaya layanan tertentu.

Di sisi lain, militer AS menyebut telah mengalihkan puluhan kapal komersial dan melumpuhkan beberapa kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade pelabuhan Iran. Teheran menegaskan tidak akan membuka kembali selat tersebut hingga Washington mengakhiri blokadenya.

Pernyataan terbaru Trump kembali meningkatkan ketegangan, terutama setelah ia sebelumnya mengancam akan melanjutkan serangan militer jika Iran tidak menyetujui kesepakatan. Hingga kini, arah diplomasi masih belum menunjukkan titik terang, sementara pasar energi global tetap berada dalam tekanan tinggi.(mrv)*

Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai