• Tue, Aug 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 August 2026 06:59  |

Permintaan Aset AS Tetap Kuat Meski Arus Modal Melambat

Arus pembelian bersih surat berharga jangka panjang Amerika Serikat tetap kuat pada Juni 2026. Data Treasury International Capital atau TIC menunjukkan pembelian bersih jangka panjang mencapai US$172,7 miliar, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar US$151,4 miliar. Meski melampaui ekspektasi, angka tersebut turun dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang tercatat sekitar US$231,2 miliar.

Departemen Keuangan AS melaporkan investor asing melakukan pembelian bersih surat berharga jangka panjang AS sebesar US$207,1 miliar sepanjang Juni. Pembelian dari investor swasta asing mencapai US$169,8 miliar, sedangkan institusi resmi asing mencatat pembelian bersih sekitar US$37,3 miliar. Setelah memperhitungkan transaksi investor AS terhadap aset luar negeri dan sejumlah penyesuaian lainnya, pembelian bersih jangka panjang secara keseluruhan berada di US$172,7 miliar.

Rincian data menunjukkan minat investor asing terhadap saham AS masih cukup kuat. Pembelian bersih ekuitas oleh investor asing swasta mencapai sekitar US$144,7 miliar pada Juni. Namun, permintaan terhadap beberapa instrumen pendapatan tetap terlihat lebih lemah, termasuk obligasi pemerintah AS, sementara investor asing juga mengurangi kepemilikan Treasury bills sebesar US$29 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan arus modal tetap masuk ke Amerika Serikat, tetapi komposisinya tidak sepenuhnya terkonsentrasi pada surat utang pemerintah.

Data yang melampaui ekspektasi mengindikasikan aset keuangan AS masih memiliki daya tarik bagi investor global dan secara teori dapat memberikan dukungan terhadap dolar AS. Namun, penurunan dibandingkan bulan sebelumnya menunjukkan momentum aliran modal mulai melambat. Karena TIC bukan termasuk indikator utama penggerak kebijakan Federal Reserve, perhatian pasar diperkirakan tetap lebih tertuju pada inflasi, kondisi tenaga kerja, prospek suku bunga The Fed, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah.(CP)

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai