Putin Kunjungi Beijing, Proyek Gas Jadi Fokus
Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing untuk memperkuat hubungan dengan Presiden China Xi Jinping dan membahas kemajuan proyek gas utama Rusia, Power of Siberia 2. Keputusan kapan dan bagaimana proyek ini dijalankan masih sepenuhnya berada di tangan Beijing, meski kunjungan ini memberi peluang nyata untuk percepatan.
Isu ekonomi menjadi agenda utama, termasuk perdagangan bilateral yang telah melebihi $200 miliar tiga tahun berturut-turut, meski pada 2025 total perdagangan menurun 6,9% menjadi $228 miliar. Selain proyek gas, kedua pemimpin juga berpotensi membahas kerja sama di energi, pertanian, teknologi, kecerdasan buatan, dan koridor transit melalui Rusia.
Kunjungan ini juga menunjukkan peran China dalam mendukung Rusia menghadapi sanksi Barat, sambil tetap menjaga hubungan dengan Washington. Beijing berupaya menyeimbangkan koordinasi strategis dengan Moskow tanpa terlihat sepenuhnya sejalan dengan perang Rusia di Ukraina.
Agenda hari kerja utama meliputi pembicaraan formal tentang hubungan bilateral dan isu internasional, penandatanganan sekitar 21 dari 40 dokumen di hadapan kedua pemimpin, kegiatan budaya, serta pertemuan terpisah Putin dengan Perdana Menteri China Li Qiang. Hari ditutup dengan resepsi formal dan pertemuan pribadi yang lebih kecil antara Xi dan Putin.
Kunjungan Putin terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyelesaikan kunjungannya ke China, menempatkan Xi di tengah kompleksitas geopolitik antara Washington dan Moskow. Fokus utama adalah memperdalam kerja sama energi dan ekonomi, sementara Rusia mengandalkan China untuk menahan dampak sanksi Barat akibat perang di Ukraina.(asd)
Sumber: Newsmaker.id