Serangan Baru AS Guncang Prospek Damai Iran
Militer Amerika Serikat dilaporkan melakukan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran yang berada di sekitar Selat Hormuz pada Kamis (7/5), di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari dua bulan. Kabar ini muncul setelah media pemerintah Iran sebelumnya menyatakan bahwa Tehran tengah meninjau proposal terbaru dari Washington untuk menghentikan konflik.
Serangan terbaru disebut menyasar Pelabuhan Qeshm dan kota Bandar Abbas yang berada di sekitar jalur strategis tersebut. Seorang pejabat senior AS, seperti dikutip media internasional, menyatakan bahwa aksi ini bukan berarti perang kembali dimulai. Namun, perkembangan ini memukul harapan akan berakhirnya konflik dalam waktu dekat, terlebih setelah muncul pesan yang saling bertentangan dari pihak Iran dan laporan bahwa Washington mempertimbangkan kembali operasi pengawalan kapal komersial melalui selat tersebut.
Selat Hormuz sendiri telah praktis tertutup sejak konflik meletus pada akhir Februari, memicu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern. Harga minyak yang sempat melemah pada awal perdagangan berbalik naik tajam setelah laporan serangan tersebut, dengan Brent terakhir menguat sekitar 1,6% ke kisaran US$102 per barel. Di sisi lain, bursa saham Wall Street sebelumnya ditutup melemah akibat memudarnya optimisme terhadap kesepakatan damai.
Sejumlah laporan menyebut AS dan Iran tengah menyusun kerangka kesepakatan satu halaman berisi sejumlah poin utama untuk membuka kembali jalur negosiasi menuju perdamaian jangka panjang. Pembahasan lanjutan diperkirakan akan dimulai pekan depan di Pakistan, termasuk isu program nuklir Iran dan potensi pencabutan sanksi, meskipun perbedaan pandangan terkait pengayaan nuklir dan mekanisme inspeksi masih menjadi hambatan utama.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran akan dihentikan jika Tehran menyetujui poin-poin yang telah dibahas, namun ia juga mengancam akan meningkatkan serangan dengan intensitas lebih tinggi apabila kesepakatan gagal tercapai. Sementara itu, Iran masih memberikan sinyal beragam terkait proposal AS dan dikabarkan akan segera menyampaikan tanggapan melalui mediator. Ketidakpastian juga tetap menyelimuti nasib pelayaran di Selat Hormuz, mengingat blokade dari kedua belah pihak masih berlangsung dan situasi keamanan di kawasan tersebut belum sepenuhnya stabil. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id