Inflasi Tokyo Kembali Memanas!
Inflasi inti di Tokyo meningkat lebih cepat dari perkiraan pada Juli 2026. Harga konsumen inti naik 1,9% dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi dari kenaikan 1,6% pada Juni dan melampaui perkiraan pasar sebesar 1,7%.
Kenaikan tersebut menjadi percepatan selama dua bulan berturut-turut sekaligus laju tercepat sejak Januari. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga mulai meluas, terutama akibat kenaikan biaya bahan baku dan energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Meski meningkat, inflasi inti Tokyo masih berada di bawah target Bank of Japan sebesar 2% untuk bulan keenam berturut-turut. Subsidi bahan bakar dan efek perbandingan dengan tahun sebelumnya membantu menahan lonjakan harga agar tidak naik lebih tajam.
Sementara itu, inflasi yang tidak memasukkan harga makanan segar dan energi naik menjadi 2,0% dari sebelumnya 1,9%. Data ini menjadi perhatian karena dianggap lebih mencerminkan tekanan inflasi dasar dalam perekonomian Jepang.
Bank of Japan sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni. Kenaikan tersebut membawa suku bunga ke level tertinggi sejak September 1995 dan menjadi langkah pertama sejak Desember lalu.
Data terbaru ini dapat memperkuat alasan Bank of Japan untuk tetap berhati-hati terhadap inflasi. Namun, karena inflasi inti masih berada di sekitar target, pasar akan menunggu apakah bank sentral kembali menaikkan suku bunga atau memilih menahan kebijakan sambil memantau dampak harga minyak.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id