Nasdaq 100 Rekor, Intel Melejit di Tengah Risiko Hormuz
Indeks saham AS mayoritas menguat pada Jumat (24/04), dengan Nasdaq 100 naik sekitar 1% dan menyentuh rekor baru. S&P 500 menguat tipis, sementara Dow melemah, mencerminkan perbedaan kinerja antar-sektor di tengah biaya energi yang masih tinggi.
Sentimen pasar tetap dipengaruhi risiko geopolitik terkait AS-Iran dan blokade Selat Hormuz. Namun, sinyal dari Pakistan bahwa delegasi Iran terbuka untuk pembicaraan akhir pekan membantu mengurangi kekhawatiran eskalasi, meski blokade disebut masih berlangsung.
Pendorong utama datang dari musim laba, terutama saham bertema AI yang berbeta tinggi. Intel melonjak 25% ke rekor baru setelah membukukan kinerja yang kuat dan melampaui ekspektasi penjualan serta laba untuk tahun ini, memperkuat persepsi bahwa permintaan terkait AI masih solid.
Kenaikan Intel menjalar ke saham-saham AI lain, dibantu hasil kuat SAP di Jerman yang menambah dukungan sentimen teknologi global. Amazon, Nvidia, dan Palantir masing-masing naik lebih dari 2%, sementara Procter & Gamble menambah lebih dari 3% setelah mengalahkan proyeksi penjualan dan menegaskan kembali panduan setahun penuh. (gn)
Sumber: Newsmaker.id