
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Jepang bergerak nyaris datar pada perdagangan awal Rabu (9/9), ketika investor menimbang lonjakan harga minyak, penguatan yen, dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga. Indeks Nikkei 225 diperdagangkan di sekitar 65.270, menunjukkan arah yang terbatas setelah pergerakan volatil pada sesi sebelumnya.
Tekanan utama datang dari kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. Harga energi terus meningkat setelah pasukan Amerika Serikat menghancurkan lima tanker minyak mentah Iran di dekat Kharg Island sebagai balasan atas upaya serangan rudal terhadap kapal perang AS. Kondisi tersebut meningkatkan risiko biaya energi dan produksi bagi perusahaan Jepang yang sangat bergantung pada impor.
Investor juga mencermati penguatan yen yang sebelumnya mencapai level terkuat dalam hampir tujuh bulan. Mata uang Jepang mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi normalisasi kebijakan Bank of Japan serta pembongkaran posisi carry trade. Yen yang lebih kuat dapat menekan prospek laba perusahaan eksportir Jepang karena mengurangi nilai pendapatan luar negeri ketika dikonversi kembali ke yen.
Sentimen pasar semakin sensitif setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dirinya memiliki pemahaman yang baik mengenai rencana Bank of Japan dalam mendukung mata uang Jepang. Pernyataan tersebut kembali mengingatkan pelaku pasar terhadap risiko kebijakan yang dapat memperkuat yen lebih lanjut.
Di sisi saham, pergerakan berlangsung bervariasi. SoftBank Group naik 3,9%, Fujikura melonjak 7,9%, sementara Lasertec menguat 5,6%. Sebaliknya, Nintendo turun 2,8%, Recruit Holdings melemah 2,9%, dan Fast Retailing kehilangan 2,4%.