
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada perdagangan Selasa (15/9), didorong meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pekan ini. Indeks dolar naik sekitar 0,24% ke area 99,60, seiring kenaikan yield Treasury AS dan lonjakan harga minyak.
Euro bergerak melemah sekitar 0,1% ke US$1,1539 dan bertahan dekat level terendah satu bulan. Tekanan terhadap mata uang tunggal tetap besar meski European Central Bank telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,50% pekan lalu, karena pasar masih mengkhawatirkan risiko stagflasi di kawasan euro.
Yen Jepang juga melemah sekitar 0,3% ke 154,82 per dolar AS, menjauh dari level tertinggi tujuh bulan di 152,89 yang dicapai pekan lalu. Investor kini menunggu keputusan Bank of Japan pada Jumat, dengan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%.
Pasar memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu mencapai sekitar 92,1%, jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar 60% pada pekan sebelumnya. Kenaikan tersebut akan membawa kisaran suku bunga menjadi 3,75%-4,00%. Pasar juga mulai memperhitungkan peluang sekitar 53,4% untuk kenaikan lanjutan pada pertemuan Oktober.
Penguatan dolar semakin didukung oleh yield Treasury AS tenor 10 tahun yang menembus 5% untuk pertama kalinya sejak 2007. Pada saat yang sama, Brent naik menembus US$113 per barel akibat serangan baru terhadap infrastruktur energi Arab Saudi dan meningkatnya aktivitas Houthi di Laut Merah, sehingga kekhawatiran inflasi kembali meningkat.
Analisa Newsmaker: dolar masih memiliki dukungan kuat menjelang FOMC karena kombinasi yield tinggi, harga minyak mahal, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Namun, reli dolar menjelang keputusan bank sentral juga berisiko terkoreksi jika The Fed memberikan sinyal yang lebih dovish dari perkiraan. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada nada Kevin Warsh serta keputusan BOJ pada akhir pekan. (arl)
Sumber: Newsmaker.id