
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Pasar kripto bergerak cenderung melemah pada sesi Eropa Selasa (15/9) ketika investor bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve dan pemungutan suara penting terkait regulasi aset digital di AS. Bitcoin diperdagangkan sekitar US$76.882 atau turun 0,99%, setelah sempat bergerak hingga US$79.582 pada sesi hari ini.
Tekanan juga terlihat pada sejumlah altcoin utama. Ethereum turun sekitar 1,77% ke US$2.473,99, Solana melemah 0,82% ke US$100,64, dan BNB turun 1,02% ke US$716,60. Dogecoin bergerak sekitar US$0,0834 atau melemah sekitar 0,6%. Sebaliknya, XRP naik sekitar 0,77% ke US$1,3960, sementara Cardano menguat sekitar 0,48% ke US$0,2084.
Sentimen risk-off masih menjadi tekanan utama. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak sekitar 5,03%, sementara harga WTI berada di sekitar US$103,6 per barel dan Brent mendekati US$107,8. Tingginya harga energi kembali meningkatkan risiko inflasi sehingga pasar semakin yakin Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini.
Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Rabu sekitar 93%. Kombinasi yield tinggi dan prospek bunga yang lebih ketat menjadi tekanan bagi aset spekulatif seperti Bitcoin karena obligasi dan dolar menawarkan imbal hasil yang semakin menarik. Kondisi tersebut juga membuat investor mengurangi eksposur terhadap altcoin yang biasanya memiliki volatilitas lebih tinggi.
Dari sisi regulasi, perhatian tertuju pada Clarity Act. Senat AS dijadwalkan menggelar pemungutan suara prosedural pada Selasa, dengan rancangan aturan terbaru memasukkan ketentuan etika untuk menjawab kekhawatiran Demokrat. RUU tersebut membutuhkan sedikitnya 60 suara untuk maju dan dapat menjadi salah satu kerangka regulasi aset digital paling penting di AS jika akhirnya disahkan.
Analisa Newsmaker: tekanan Bitcoin di bawah US$77.000 menunjukkan pasar saat ini lebih fokus pada risiko makro dibandingkan katalis regulasi. Clarity Act dapat menjadi sentimen positif jika berhasil melewati Senat, tetapi dalam jangka pendek keputusan The Fed, yield Treasury di atas 5%, dan harga minyak tinggi masih menjadi penggerak utama. Nada hawkish dari Kevin Warsh berpotensi menambah tekanan, sementara hasil Clarity Act yang positif dan Fed yang lebih lunak dari perkiraan dapat membuka ruang rebound. (arl)
Sumber: Newsmaker.id