
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dollar Index menguat pada perdagangan Asia Selasa (15/9) dan bergerak di sekitar level 99,60. Dolar mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Rabu.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 92,4% untuk kenaikan suku bunga The Fed, meningkat tajam dari sekitar 60% sepekan sebelumnya. Ekspektasi tersebut menguat setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga masih tinggi dan lonjakan harga minyak kembali memperbesar risiko inflasi energi.
Pergerakan harga minyak menjadi salah satu faktor penting bagi arah kebijakan The Fed. Harga energi yang tetap tinggi berpotensi membuat inflasi lebih sulit turun sehingga bank sentral memiliki alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Investor selanjutnya akan mencermati konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh setelah keputusan suku bunga. Jika The Fed menaikkan bunga tetapi memberikan nada yang lebih dovish, dolar berpotensi terkoreksi. Sebaliknya, sinyal bahwa pengetatan masih akan berlanjut dapat mendorong DXY semakin mendekati area 100.
Selain ekspektasi Fed hike, dolar juga mendapat dukungan dari permintaan safe haven di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah. Selama risiko geopolitik tetap tinggi dan The Fed mempertahankan sikap hawkish, bias DXY masih cenderung positif dalam jangka pendek.