
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali melemah pada perdagangan Selasa (15/9) setelah gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Emas spot turun sekitar 0,8% ke US$4.266,60 per troy ounce setelah sebelumnya sempat diperdagangkan di bawah US$4.270.
Kenaikan harga energi menjadi tekanan utama bagi logam mulia. Gangguan pada pipa East-West Arab Saudi masih membatasi jalur alternatif pengiriman minyak di tengah ketidakpastian di Selat Hormuz. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan membuat pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed mencapai sekitar 95%.
Tekanan terhadap emas juga datang dari pasar obligasi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam hampir dua dekade, didorong kekhawatiran inflasi serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan pemerintah dan korporasi. Yield yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.
Pasar juga semakin memperhitungkan kemungkinan Ketua The Fed Kevin Warsh memulai siklus kenaikan suku bunga, setidaknya dalam jangka pendek, untuk meredam tekanan harga. Ekspektasi kebijakan yang semakin hawkish membuat emas kehilangan sekitar 4% sepanjang September setelah sempat diperdagangkan di atas US$4.700 per troy ounce pada akhir Agustus.
Logam mulia lainnya ikut melemah. Perak turun sekitar 0,7% ke US$62,79 per troy ounce setelah merosot 2% pada sesi sebelumnya, sementara platinum dan palladium juga bergerak turun. Pada saat yang sama, indeks dolar Bloomberg menguat sekitar 0,2%, menambah tekanan terhadap komoditas berdenominasi dolar.
Analisa Newsmaker: dalam jangka pendek, emas masih menghadapi tekanan dari tiga faktor utama, yaitu minyak tinggi, yield Treasury yang melonjak, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Selama ketiga faktor tersebut bertahan, ruang pemulihan emas cenderung terbatas. Namun, risiko geopolitik yang masih tinggi tetap dapat menjaga permintaan emas sebagai aset lindung nilai. (arl)
Sumber: Newsmaker.id