
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
USD/JPY bergerak menguat untuk hari kedua berturut-turut pada sesi Asia Selasa (15/9), ditopang oleh dolar AS yang masih kuat. Pasangan ini diperdagangkan di atas area pertengahan 154,00, meskipun momentum kenaikannya terlihat belum terlalu solid.
Investor masih berhati-hati menjelang keputusan kebijakan dua bank sentral utama pekan ini. Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu, sementara Bank of Japan akan menyampaikan keputusan kebijakannya pada Jumat.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih menjadi penopang utama dolar AS. Yield Treasury AS tenor 10 tahun yang sempat menembus 5% untuk pertama kalinya sejak 2023 ikut memperkuat daya tarik greenback.
Selain faktor yield, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menjaga permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Kebuntuan AS-Iran dan risiko eskalasi baru membuat dolar AS bertahan dekat level tertinggi hampir dua pekan.
Namun, kenaikan USD/JPY berpotensi tertahan oleh ekspektasi normalisasi kebijakan BoJ. Analis DBS mencatat pelaku spekulatif mulai membongkar posisi short yen setelah intervensi bersama AS-Jepang pada Juli dan perubahan ekspektasi menuju kebijakan BoJ yang lebih ketat.
Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga BoJ semakin kuat setelah sejumlah pihak yang sebelumnya skeptis terhadap pengetatan mulai mengakui perlunya suku bunga lebih tinggi. Hal ini memberi dukungan bagi yen dan dapat membatasi pelemahan lebih lanjut terhadap dolar AS.
Analisis Newsmaker: Pergerakan USD/JPY saat ini berada dalam tarik-menarik antara dolar AS yang kuat dan yen yang mulai mendapat dukungan dari ekspektasi BoJ hawkish. Jika The Fed menaikkan suku bunga dan memberi sinyal hawkish, USD/JPY berpeluang bertahan kuat di atas 154. Namun, jika BoJ juga memberi sinyal kenaikan suku bunga yang agresif, kenaikan pasangan ini bisa terbatas dan yen berpotensi kembali menguat. (asd)