
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS bertahan dekat level tertinggi tujuh pekan pada perdagangan Kamis (17/9), setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan mengisyaratkan pengetatan lanjutan. Indeks dolar berada di sekitar 100,3, mendekati posisi terkuat sejak 31 Juli. Penguatan tersebut menekan euro ke US$1,1463, sementara yen bergerak di sekitar 155,98 per dolar, mendekati level terlemah dua pekan.
Keputusan kenaikan bunga The Fed diambil secara bulat, dengan proyeksi pejabat mengarah pada satu kenaikan tambahan tahun ini. Strategis mata uang Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong, menilai pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh lebih hawkish daripada perkiraan sehingga mendorong pasar menaikkan ekspektasi suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan tambahan sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun mencapai sekitar 90%.
Di pasar obligasi, kurva imbal hasil Treasury semakin mendatar. Yield tenor dua tahun bertahan di sekitar 4,7153%, tertinggi sejak 2024, sedangkan yield tenor sepuluh tahun turun sedikit di bawah 5%. Meski demikian, strategis DBS Philip Wee belum meyakini keputusan The Fed menjadi awal tren penguatan dolar yang berkelanjutan, mengingat bank sentral AS juga sedang menyusul langkah negara lain dalam menghadapi risiko inflasi.
Perhatian investor kini beralih kepada Bank of England yang diperkirakan mempertahankan bunga pada Kamis, serta Bank of Japan yang diperkirakan menaikkan bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun pada Jumat. Poundsterling relatif stabil di US$1,3372 menjelang keputusan BOE. Untuk yen, pasar akan mencermati petunjuk Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengenai waktu dan kecepatan kenaikan berikutnya karena ekspektasi kenaikan September telah banyak diperhitungkan.
Sementara itu, dolar Aussie menguat 0,35% menjadi US$0,7111 setelah Dana Moneter Internasional menyatakan Australia mungkin membutuhkan kenaikan bunga tambahan untuk mengendalikan inflasi. Dolar Selandia Baru turut naik 0,2% ke US$0,5725, menunjukkan bahwa prospek pengetatan di negara lain masih dapat memberikan dukungan terhadap mata uang masing-masing.
Analisis Newsmaker : dolar masih ditopang ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi, tetapi keberlanjutan penguatannya bergantung pada perbedaan arah kebijakan antarbank sentral. Sikap BOE atau BOJ yang lebih ketat dari perkiraan berpotensi membatasi dominasi dolar. Sebaliknya, keputusan yang sesuai ekspektasi tanpa petunjuk pengetatan tambahan dapat mempertahankan dukungan bagi mata uang AS. Karena itu, pasar perlu mencermati panduan kebijakan berikutnya untuk menilai apakah penguatan dolar masih memiliki ruang berlanjut. (arl)
Sumber : Newsmaker.id