
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Pasar kripto bergerak relatif stabil pada perdagangan Kamis (17/9) setelah investor mencerna keputusan Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,00%. Bitcoin (BTC) masih bertahan di sekitar level US$76.000-an per koin, menunjukkan respons pasar yang terbatas karena kenaikan suku bunga tersebut sebelumnya sudah banyak diperkirakan oleh pelaku pasar.
Tekanan terhadap Bitcoin sempat meningkat menjelang keputusan The Fed akibat kekhawatiran bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat dapat mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Selain itu, kegagalan pengesahan Clarity Act di Senat Amerika Serikat turut menekan sentimen pasar karena investor masih menunggu kepastian regulasi bagi industri kripto. Bitcoin sebelumnya sempat turun mendekati area US$75.000 sebelum mulai mengalami pemulihan.
Dari sisi kebijakan moneter, pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh masih memberikan tekanan karena menegaskan bahwa inflasi Amerika Serikat tetap menjadi perhatian utama. Sikap yang cenderung hawkish membuat pasar membuka peluang bahwa suku bunga dapat bertahan tinggi lebih lama atau bahkan kembali mengalami kenaikan. Kondisi ini biasanya menjadi tantangan bagi aset kripto karena investor memiliki alternatif dengan imbal hasil lebih tinggi seperti obligasi pemerintah AS.
Meski demikian, pasar kripto mulai menunjukkan pemulihan setelah tekanan sebelumnya. Ethereum (ETH) bergerak naik di sekitar US$2.400-an, sementara XRP, Solana (SOL), Cardano (ADA), dan BNB turut mencatat penguatan. Solana bergerak di kisaran US$140-an, BNB berada di area US$680-an, sedangkan Dogecoin (DOGE) ikut mengalami rebound terbatas seiring meningkatnya kembali minat terhadap aset digital berisiko.
Selain faktor The Fed, pergerakan kripto juga dipengaruhi oleh kondisi geopolitik Timur Tengah. Meredanya sebagian ketegangan antara Amerika Serikat dan kelompok Houthi memberikan sedikit sentimen positif bagi pasar global. Penurunan harga minyak setelah adanya indikasi jalur distribusi alternatif dari Arab Saudi juga membantu mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global yang dapat memengaruhi kebijakan bank sentral.
Analisa Newsmaker: Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa pasar tidak hanya fokus pada keputusan kenaikan suku bunga, tetapi mulai memperhitungkan arah kebijakan The Fed berikutnya. Selama dolar AS dan yield Treasury masih kuat, ruang penguatan Bitcoin kemungkinan masih terbatas. Namun, kemampuan BTC bertahan di area US$76.000 menunjukkan adanya permintaan dari investor yang melihat koreksi sebagai peluang akumulasi. Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi AS, arah suku bunga berikutnya, perkembangan regulasi kripto, serta sentimen risiko global. Jika tekanan makro mulai mereda, Bitcoin dan altcoin berpotensi mendapatkan momentum pemulihan lebih lanjut.(arl)
Sumber : Newsmaker.id