
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Pasar kripto bergerak menguat pada perdagangan Senin (14/9), meskipun investor masih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve dan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Bitcoin diperdagangkan sekitar US$77.740 atau naik 1,28%, setelah pekan lalu mencatat pelemahan sekitar 2%.
Penguatan juga terlihat pada mayoritas altcoin utama. Ethereum naik sekitar 1,14% ke US$2.522,67, XRP menguat 2,06% ke US$1,3857, sementara Solana bertambah 1,58% menjadi sekitar US$101,59. BNB naik 0,83% ke US$724,04, Cardano menguat 0,68% ke US$0,2080, dan Dogecoin bertambah sekitar 0,79% menjadi US$0,08422.
Meski kripto menguat, sentimen pasar masih dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Pasar memperkirakan peluang sekitar 86% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pekan ini setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga masih tinggi. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tantangan bagi aset berisiko seperti Bitcoin karena meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan obligasi.
Harga minyak turut menjadi perhatian. Brent bergerak sekitar US$107,40 per barel atau naik 2,67%, sementara WTI berada di sekitar US$102,38 atau menguat 2,33%. Gangguan pipa East-West Arab Saudi dan ancaman terhadap jalur Hormuz serta Bab el-Mandeb menjaga kekhawatiran pasokan tetap tinggi. Kondisi tersebut dapat memperbesar tekanan inflasi dan memperkuat alasan bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Dari sisi regulasi, pasar kripto juga menunggu kemungkinan pemungutan suara Clarity Act di Kongres AS pada 15 September. Rancangan tersebut menjadi perhatian karena dapat memperjelas kerangka regulasi aset digital di Amerika Serikat, meskipun masih terdapat perbedaan pandangan mengenai stablecoin yield dan aturan investasi kripto bagi pejabat pemerintah.
Analisa Newsmaker: penguatan Bitcoin dan altcoin menunjukkan adanya minat beli jangka pendek, tetapi pasar belum sepenuhnya masuk mode risk-on. Bitcoin masih bergerak di area US$77 ribu, sementara tekanan dari harga minyak tinggi, kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed, dan ketidakpastian geopolitik masih membatasi ruang kenaikan. Jika keputusan Fed lebih hawkish dari perkiraan, volatilitas kripto berpotensi kembali meningkat. (arl)
Sumber : Newsmaker.id