
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas terkoreksi pada perdagangan Rabu (26/8) dan berpeluang memutus reli tiga sesi berturut-turut, ketika investor memilih mengurangi posisi menjelang rilis data inflasi utama Amerika Serikat. Spot gold turun sekitar 0,6% ke US$4.630,72 per troy ons, setelah pada Selasa sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 Mei. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS melemah 0,2% ke US$4.687,20.
Koreksi terjadi setelah reli emas dalam beberapa hari terakhir dinilai mulai terlalu panjang secara teknikal. Kenaikan sebelumnya mendapat dorongan dari keputusan Departemen Keuangan AS memperbesar program buyback obligasi, yang menekan yield Treasury dan memperkuat kekhawatiran terhadap kondisi fiskal serta dolar AS.
Fokus pasar kini beralih ke data Personal Consumption Expenditures (PCE) Juli yang akan dirilis hari ini. Data tersebut menjadi indikator inflasi favorit Federal Reserve dan berpotensi mengubah ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga. Pasar saat ini memperhitungkan sekitar 64% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September setelah data CPI dan PPI sebelumnya relatif lebih lunak.
Perhatian berikutnya akan tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Jika Warsh tetap minim memberikan arahan kebijakan, ketidakpastian dapat kembali menekan dolar dan mendukung emas. Sebaliknya, sikap yang lebih tegas terhadap inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga berpotensi memberikan tekanan tambahan pada bullion.
Dari sisi geopolitik, Iran kembali melakukan pembicaraan dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Kemajuan diplomasi ini menurunkan sebagian premi safe haven emas karena risiko gangguan energi mulai mereda. Namun, permintaan fisik tetap memberikan dukungan setelah impor bersih emas China melalui Hong Kong pada Juli meningkat sekitar 11% secara bulanan.
Analisis Newsmaker: koreksi gold saat ini masih terlihat sebagai profit taking dan konsolidasi setelah reli kuat. Area US$4.600–US$4.620 menjadi support penting, sementara US$4.680–US$4.700 tetap menjadi resistance utama. PCE yang lebih lunak dapat membawa buyer kembali masuk dan menguji US$4.700, sedangkan inflasi yang lebih panas berpotensi memperpanjang koreksi sebelum pasar menunggu pidato Warsh di Jackson Hole.(yds)
Sumber: Newsmaker.id