
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melemah pada perdagangan Rabu (26/8) setelah investor mencerna data inflasi PCE Amerika Serikat yang menjadi salah satu indikator utama Federal Reserve. Spot gold turun sekitar 0,9% ke US$4.619,53 per troy ons, sementara kontrak emas berjangka AS melemah 0,4% ke sekitar US$4.674,51.
Data menunjukkan headline PCE Juli naik 0,2% secara bulanan, setelah turun 0,1% pada Juni. Secara tahunan, inflasi PCE bertahan di 3,7%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 3,6%. Sementara itu, Core PCE naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Hasil tersebut menunjukkan tekanan inflasi masih cukup persisten meski tidak memberikan kejutan besar. Kondisi ini membuat pasar belum mendapatkan alasan kuat untuk memperkirakan pelonggaran kebijakan The Fed dalam waktu dekat. Pelaku pasar kini memperhitungkan sekitar 60% peluang suku bunga tetap di 3,50%–3,75% pada September, sementara peluang kenaikan 25 basis poin berada di sekitar 40%.
Di sisi lain, penurunan harga minyak di bawah US$90 per barel memberikan sedikit dukungan terhadap emas karena meredakan kekhawatiran inflasi energi. Harga minyak turun setelah Iran dan Oman membahas pembentukan koridor maritim sementara di Selat Hormuz, sementara laporan terpisah menyebut AS dan Iran dapat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata baru dalam beberapa hari ke depan.
Meski demikian, fokus pasar belum selesai. Investor kini menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat, yang diperkirakan menjadi katalis besar berikutnya bagi dolar, yield Treasury, dan emas. Pasar ingin mengetahui seberapa agresif Warsh melihat risiko inflasi yang masih bertahan di atas target 2%.
Analisis Newsmaker: data PCE kali ini cenderung netral hingga sedikit negatif bagi gold karena Core PCE sesuai ekspektasi tetapi headline tahunan masih berada di 3,7%. Selama pasar belum memangkas peluang kenaikan suku bunga secara signifikan, emas masih rentan terhadap koreksi. Area US$4.600–US$4.620 menjadi support penting, sementara rebound menuju US$4.660–US$4.700 membutuhkan katalis baru, terutama dari nada pidato Warsh yang lebih dovish.(yds)
Sumber: Newsmaker.id