
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan bahwa fokus utama bank sentral tetap pada stabilitas harga setelah The Fed resmi menaikkan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%. Warsh menilai inflasi AS masih terlalu tinggi dan tren harga sepanjang musim panas belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti.
Dalam konferensi pers seusai rapat FOMC, Warsh juga menilai kondisi keuangan AS secara keseluruhan belum cukup ketat. Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa kenaikan September bukan sekadar langkah satu kali, terlebih proyeksi terbaru menunjukkan 16 dari 18 pejabat Fed masih memperkirakan setidaknya satu kenaikan bunga tambahan sebelum akhir tahun.
Reaksi pasar berubah lebih hawkish ketika pidato Warsh berlangsung. Yield Treasury tenor dua tahun naik sekitar 7 basis poin ke 4,732%, sementara yield tenor 10 tahun kembali menembus 5% ke sekitar 5,012%. Dollar Index juga menguat sekitar 0,6% ke 100,30 karena investor kembali memperhitungkan skenario suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Wall Street justru berbalik tertekan setelah sebelumnya sempat menguat. S&P 500 turun sekitar 1% dan Nasdaq melemah 0,7% menjelang akhir konferensi pers, mencerminkan kekhawatiran bahwa biaya pendanaan perusahaan dapat tetap tinggi apabila The Fed melanjutkan pengetatan.
Pasar juga meningkatkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga berikutnya. Peluang The Fed kembali menaikkan bunga pada pertemuan akhir Oktober naik menjadi sekitar 56,5% dari 54% sebelum keputusan September. Namun, sejumlah pelaku pasar menilai Desember tetap menjadi periode yang lebih memungkinkan apabila data inflasi dan harga energi belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Pesan utama Warsh setelah keputusan FOMC cukup jelas: perang terhadap inflasi belum selesai. Dengan dolar dan yield kembali menguat serta pasar saham berbalik melemah, perhatian investor kini akan bergeser ke data CPI, PCE, harga minyak, dan pasar tenaga kerja untuk menilai apakah The Fed benar-benar akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir 2026.
Sumber: Newsmaker.id