
Trending
Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah media pemerintah Iran melaporkan sebuah kapal komersial Iran terkena serangan pada Sabtu. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan satu orang di tengah konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan strategis tersebut.
Dalam kejadian terpisah, United Kingdom Maritime Trade Operations Centre atau UKMTO juga melaporkan sebuah kapal lain terkena proyektil yang belum diketahui asalnya di Selat Hormuz pada Sabtu malam. Peristiwa ini kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur terpenting bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap kapal yang melintas dapat menghambat pengiriman minyak dan meningkatkan biaya pelayaran serta asuransi bagi perusahaan energi.
Tekanan di kawasan juga bertambah setelah Arab Saudi menghadapi serangan dari kelompok yang bersekutu dengan Iran, termasuk Houthi. Serangan terhadap fasilitas energi Saudi serta perebutan pengaruh di jalur pelayaran lain membuat risiko gangguan pasokan minyak semakin besar.
Dampak ke pasar: ketegangan baru di Hormuz cenderung mendukung harga minyak karena risiko pasokan meningkat. Emas juga berpotensi mendapat dukungan dari permintaan aset safe haven. Sementara itu, dolar AS bisa ikut menguat karena investor biasanya mencari aset likuid saat risiko geopolitik meningkat, meski arah akhirnya tetap bergantung pada pergerakan yield dan ekspektasi suku bunga The Fed.