
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pasar keuangan bersiap menghadapi rilis Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk Agustus pada Jumat (11/9), yang berpotensi menjadi salah satu data terpenting sebelum Federal Reserve mengambil keputusan suku bunga pekan depan. Hasil yang berbeda dari perkiraan pasar dapat memicu pergerakan tajam pada dolar AS, yield Treasury, dan harga emas.
Secara bulanan, headline CPI diperkirakan naik 0,4%, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1% pada Juli. Secara tahunan, inflasi diproyeksikan bertahan di 3,4%. Sementara Core CPI yang mengecualikan komponen makanan dan energi diperkirakan naik 0,2% secara bulanan dan melambat menjadi 2,4% secara tahunan.
Tekanan inflasi masih mendapat perhatian besar setelah harga energi melonjak dalam beberapa bulan terakhir akibat konflik AS–Iran dan terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Meski harga minyak relatif stabil sepanjang Agustus setelah melonjak hampir 22% pada Juli, risiko kenaikan energi kembali membesar pada September dan membuat prospek inflasi semakin sulit diprediksi.
TD Securities memperkirakan tekanan inflasi inti masih relatif terkendali. Core CPI diproyeksikan naik sekitar 0,19% secara bulanan, dengan sektor jasa menjadi pendorong utama sementara harga barang inti diperkirakan sedikit menurun. Secara tahunan, TD Securities bahkan memperkirakan Core CPI melambat ke 2,3%, sementara headline tetap sekitar 3,4%.
Namun, risiko data lebih tinggi dari perkiraan masih terbuka, terutama akibat harga energi serta ketidakpastian pada barang yang terkena tarif. Setelah data PPI sebelumnya memperkuat ekspektasi kenaikan bunga The Fed, angka CPI yang kembali panas dapat semakin memperkuat pandangan bahwa bank sentral harus melanjutkan pengetatan.
Analisa Newsmaker: perhatian utama pasar kemungkinan berada pada Core CPI. Jika headline 0,4% tetapi Core CPI hanya 0,2% atau lebih rendah, pasar dapat menilai lonjakan inflasi lebih banyak berasal dari energi sehingga tekanan terhadap Gold bisa lebih terbatas. Sebaliknya, jika Core CPI ikut melampaui perkiraan, ekspektasi kenaikan bunga The Fed, dolar, dan yield berpotensi melonjak sehingga memberikan tekanan lebih besar terhadap emas. (arl)
Sumber: Newsmaker.id