
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Selasa sore (25/8) setelah mencatat reli selama empat hari berturut-turut. Bullion sempat melonjak sekitar 1% mendekati US$4.700 per troy ons, level intraday tertinggi sejak pertengahan Mei, sebelum terkoreksi tipis ke sekitar US$4.642,18. Dalam sepekan terakhir, emas telah menguat sekitar 7% setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan buyback obligasi pemerintah tenor panjang.
Langkah Treasury untuk menekan biaya pinjaman kembali menghidupkan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS dan pelemahan dolar. Narasi debasement trade pun kembali menguat, karena investor mencari aset yang dinilai mampu mempertahankan nilai ketika utang pemerintah membesar dan kepercayaan terhadap mata uang fiat melemah. Menteri Keuangan Scott Bessent sebelumnya membuka peluang memperbesar buyback, meski pada Senin tidak memberikan sinyal tambahan.
Pergerakan emas saat ini lebih terlihat sebagai fase konsolidasi setelah reli tajam. Investor mulai menahan posisi menjelang pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat, yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai respons Fed terhadap inflasi yang masih tinggi dan kondisi pasar obligasi.
Minat investor terhadap emas tetap kuat. ETF berbasis bullion mencatat tambahan lebih dari 28 ton pekan lalu, arus masuk terbesar sejak Januari. Aktivitas opsi juga menunjukkan peningkatan permintaan terhadap posisi bullish, menandakan pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan lanjutan.
Dukungan tambahan datang dari ketegangan perdagangan global dan ancaman sanksi AS terhadap negara yang tetap berbisnis dengan Iran. Di sisi proyeksi, Citigroup menaikkan target emas tiga bulan menjadi US$4.800 per ons, meskipun memperingatkan bahwa permintaan fisik harus mengejar reli spekulatif agar kenaikan bisa berlanjut.
Analisis Newsmaker: bias emas masih bullish-konsolidatif. Selama harga mampu bertahan di atas area US$4.620–US$4.600, peluang kembali menguji US$4.680–US$4.700 tetap terbuka. Namun, setelah reli hampir 7% dalam sepekan, risiko profit taking tetap besar. Katalis utama berikutnya adalah pidato Warsh dan arah yield Treasury; sinyal dovish bisa membuka jalan menuju target Citigroup di US$4.800, sementara nada hawkish dapat memicu koreksi lebih dalam.(yds)
Sumber: Newsmaker.id