
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan serangan terhadap Iran akan dibatasi, meredakan kekhawatiran bahwa Washington akan memperluas operasi militernya di kawasan Selat Hormuz. Pernyataan tersebut muncul setelah laporan Axios menyebut Trump dan pejabat senior AS tengah mempertimbangkan serangan terbatas untuk mencegah Iran membangun kembali kemampuan radar dan rudal anti-kapal di sekitar jalur energi strategis tersebut. (axios.com)
Trump juga menyebut kondisi Selat Hormuz kini berada dalam “kondisi sangat baik” dan mengatakan volume minyak yang keluar dari kawasan tersebut sudah meningkat. Menurut Trump, kapal-kapal kembali melintasi Hormuz dengan bantuan Angkatan Laut AS, dengan lalu lintas disebut mencapai sekitar 30 kapal per malam.
Pernyataan tersebut memberikan sinyal deeskalasi setelah AS dan Iran kembali bertukar serangan pada akhir pekan. Sebelumnya, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mendorong WTI naik 2,8% menjadi US$85,76 per barel, sementara Brent ditutup di US$90,49 per barel. Jika arus kapal melalui Hormuz benar-benar terus membaik, sebagian premi risiko geopolitik pada harga minyak berpotensi mulai berkurang.
Meski demikian, kondisi Hormuz belum sepenuhnya normal. Data pengiriman sebelumnya menunjukkan jumlah kapal komoditas yang melewati selat masih jauh di bawah rata-rata sebelum konflik, sementara risiko serangan terhadap kapal dan infrastruktur energi tetap menjadi perhatian pasar. AS juga masih mempertahankan opsi serangan terbatas apabila Iran kembali meningkatkan kemampuan militernya di kawasan tersebut.
Perkembangan Hormuz penting bagi pasar global karena meredanya risiko gangguan minyak dapat mengurangi tekanan inflasi dari sektor energi. Jika harga crude mulai turun kembali, tekanan terhadap yield obligasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral juga dapat sedikit berkurang.
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menyinggung kebijakan Federal Reserve. Ia mengatakan tetap menghormati Ketua The Fed Kevin Warsh dan menilai Warsh harus melakukan apa yang dianggap perlu, tetapi Trump kembali menegaskan bahwa tingkat suku bunga AS saat ini terlalu tinggi.
Pandangan Trump masih berbeda dengan sikap Warsh yang lebih hawkish. Warsh sebelumnya mengatakan The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan jika inflasi tidak menunjukkan arah yang cukup jelas menuju target 2%. Pernyataan tersebut membuat pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga September secara signifikan.
Analisis Newsmaker: komentar Trump berpotensi mengubah sentimen pasar dari eskalasi menuju deeskalasi terbatas. Jika arus minyak melalui Hormuz terus meningkat dan operasi militer AS benar-benar dibatasi, harga minyak berpeluang kehilangan sebagian premi geopolitiknya. Kondisi tersebut dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi, menekan yield, dan mengurangi tekanan terhadap emas serta aset berisiko. Namun selama ancaman serangan terhadap Iran masih terbuka, volatilitas oil dan safe haven diperkirakan tetap tinggi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id