
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Penjualan rumah bekas di Amerika Serikat turun pada Agustus 2026, sejalan dengan ekspektasi pasar. Penjualan rumah yang ada melemah 2,0% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 3,98 juta unit secara tahunan dan disesuaikan musiman.
Penurunan tersebut melanjutkan pelemahan pada bulan sebelumnya, ketika penjualan rumah bekas turun 1,7%. Data ini menunjukkan pasar properti AS masih menghadapi tekanan dari tingginya biaya pinjaman dan suku bunga hipotek.
Secara wilayah, penjualan rumah turun di Northeast sebesar 4,0%, Midwest turun 3,1%, dan South melemah 1,6%. Sementara itu, penjualan di wilayah Barat relatif tidak banyak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari sisi pasokan, total persediaan rumah meningkat 3,2% menjadi 1,62 juta unit. Namun, harga rumah masih tetap tinggi, dengan harga rata-rata untuk seluruh jenis rumah berada di US$429.100, naik 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Ekonom NAR Lawrence Yun mengatakan tingkat hipotek dan penjualan rumah biasanya bergerak berlawanan arah. Oleh karena itu, pelemahan aktivitas pembelian rumah dinilai tidak mengejutkan di tengah suku bunga KPR yang masih tinggi.
Analisis Newsmaker: Data penjualan rumah bekas AS yang turun menunjukkan sektor properti masih menjadi salah satu bagian ekonomi yang paling sensitif terhadap kenaikan imbal hasil dan biaya pinjaman. Lonjakan harga energi, pasokan utang korporasi, serta imbal hasil tenor panjang yang tinggi ikut menjaga tingkat hipotek tetap mahal. Bagi pasar, data ini bisa menjadi sinyal perlambatan di sektor perumahan, namun belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi The Fed jika tekanan inflasi energi masih tinggi. (asd)