
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menepis kekhawatiran bahwa pasar obligasi pemerintah AS sedang mengalami tekanan serius akibat tingginya utang dan kenaikan yield. Menjelang pertemuan G20 di Asheville, North Carolina, Bessent mengatakan performa pasar Treasury justru termasuk yang terbaik dibandingkan pasar obligasi negara maju lainnya sepanjang tahun ini.
Bessent menilai Amerika Serikat masih berada dalam posisi yang relatif kuat karena ekonominya tetap tumbuh meskipun pemerintah menjalankan defisit anggaran besar. Yield Treasury tenor 10 tahun ditutup di sekitar 4,73% pada Jumat, sementara pasar terus menimbang kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS dengan ketahanan pertumbuhan ekonomi. Menurut Bessent, sebagian kenaikan yield belakangan ini juga dipengaruhi lonjakan harga energi dan tekanan inflasi akibat konflik dengan Iran.
Perhatian pasar semakin besar setelah Treasury AS mengumumkan rencana setidaknya menggandakan pembelian kembali obligasi berjangka panjang menjadi US$4 miliar per operasi. Kebijakan tersebut muncul setelah yield obligasi tenor 30 tahun sempat mencapai level tertinggi dalam 19 tahun. Bessent membantah langkah itu ditujukan untuk menentukan harga obligasi atau menekan yield secara artifisial, dan menegaskan tujuan utamanya adalah menjaga agar perdagangan Treasury tetap teratur ketika volatilitas meningkat.
Program buyback yang lebih besar dijadwalkan mulai pada 10 September. Bessent mengatakan Treasury tidak memiliki kemampuan untuk mengubah harga keseimbangan pasar, tetapi dapat memperlambat pergerakan ekstrem dan mencegah kondisi pasar menjadi tidak teratur. Ia juga membandingkan langkah tersebut dengan pembelian obligasi dalam skala jauh lebih besar yang pernah dilakukan Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan.
Menurut Newsmaker, pernyataan Bessent menunjukkan pemerintah AS berusaha meyakinkan investor bahwa kenaikan yield belum mencerminkan krisis kepercayaan terhadap Treasury. Namun, perhatian pasar terhadap utang pemerintah, defisit fiskal dan biaya bunga tetap tinggi. Jika yield terus naik meskipun buyback diperbesar, investor dapat kembali mempertanyakan apakah tekanan berasal dari volatilitas sementara atau kekhawatiran fundamental terhadap beban utang AS.(CP)