
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Federal Reserve secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan hari ini. Jika terealisasi, langkah tersebut menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023 dan membawa target suku bunga ke kisaran 3,75%–4,00%.
Pasar suku bunga memperkirakan peluang kenaikan mendekati 90%, meningkat dari sekitar 70% sebelum data inflasi terbaru. Survei Reuters juga menunjukkan 86 dari 101 ekonom memperkirakan kenaikan seperempat poin, dengan Goldman Sachs, J.P. Morgan, HSBC, dan Deutsche Bank berada pada pandangan serupa.
Ekspektasi hawkish menguat setelah CPI dan PPI Agustus menunjukkan tekanan harga masih tinggi, sementara harga minyak menembus US$100 per barel. Morgan Stanley bahkan memperkirakan dua kali kenaikan, pada September dan Desember, karena proses disinflasi dinilai melambat dan permintaan dari investasi terkait AI tetap kuat.
Karena keputusan kenaikan bunga sudah banyak diperhitungkan, perhatian pasar kini beralih ke dot plot dan konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh. Dot plot yang menunjukkan kenaikan lanjutan berpotensi mendorong yield Treasury lebih tinggi, sementara sinyal jeda dalam waktu dekat bisa memberikan kelegaan bagi obligasi dan aset berisiko.
Analisis Newsmaker: Faktor terbesar malam ini bukan hanya apakah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin, tetapi bagaimana Warsh menjelaskan langkah tersebut. Jika kenaikan disebut sebagai awal siklus pengetatan baru, dolar dan yield berpotensi menguat sementara emas, saham, dan crypto mendapat tekanan. Sebaliknya, jika langkah ini disebut sebagai kalibrasi satu kali dan kebijakan kembali bergantung pada data, pasar dapat membaca keputusan tersebut lebih dovish. (arl)
Sumber: Newsmaker.id