
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan kejutan besar pada Agustus 2026. Ekonomi AS menambahkan 162.000 pekerjaan, jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar yang hanya sebesar 56.000. Angka tersebut juga meningkat tajam dibandingkan pertumbuhan lapangan kerja Juli yang direvisi naik menjadi 23.000.
Kenaikan tenaga kerja terutama terjadi pada sektor layanan makanan dan minuman serta pendidikan pemerintah daerah. Sementara itu, sektor informasi justru mencatat kehilangan pekerjaan. Komposisi tersebut menunjukkan penciptaan lapangan kerja masih cukup kuat di sejumlah sektor jasa, meskipun belum merata di seluruh perekonomian.
Data NFP yang jauh lebih kuat dari perkiraan berpotensi mengubah kembali ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Sebelum rilis, pasar mulai mengurangi taruhan kenaikan suku bunga September setelah Gubernur The Fed Christopher Waller memberikan sinyal dovish. Namun, lonjakan penciptaan lapangan kerja dapat memberikan alasan baru bagi The Fed untuk tetap mempertahankan sikap ketat apabila tekanan inflasi belum cukup mereda.
Bagi pasar keuangan, laporan tersebut secara teori menjadi sentimen positif bagi Dolar AS dan imbal hasil Treasury karena peluang suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali dinaikkan dapat meningkat. Sebaliknya, emas berpotensi menghadapi tekanan karena penguatan Dolar dan kenaikan yield dapat mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Meski demikian, pasar belum hanya melihat angka NFP utama. Investor juga akan mencermati tingkat pengangguran, pertumbuhan upah, serta data inflasi CPI dan PPI AS yang akan dirilis berikutnya. Jika indikator-indikator tersebut ikut menunjukkan tekanan kuat, ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish berpotensi semakin menguat dan memicu volatilitas besar di Dolar AS, emas, obligasi, serta indeks saham.(yds)
Sumber: Newsmaker.id