
Trending
.jpeg)
Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Kepala Ekonom Bank of England (BoE), Huw Pill, menyatakan dirinya lebih skeptis terhadap ekspektasi pasar yang memperkirakan empat kali kenaikan suku bunga dalam satu tahun ke depan. Menurutnya, dibutuhkan bukti yang lebih kuat sebelum bank sentral mengambil langkah pengetatan sebesar yang kini diperkirakan pasar.
Pill menilai perekonomian Inggris dan pasar tenaga kerja sejauh ini terbukti lebih tangguh dari perkiraan. Meski demikian, proyeksi ekonomi yang membaik belum menunjukkan adanya pertumbuhan yang terlalu kuat atau tidak terkendali.
Ia juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi meningkatkan sisi penawaran ekonomi. Namun, dampak positif AI terhadap kapasitas produksi dinilai membutuhkan waktu sebelum benar-benar tercermin dalam perekonomian Inggris.
Di sisi inflasi, Pill menyoroti bahwa tekanan inflasi dasar Inggris belum turun cukup jauh bahkan sebelum munculnya guncangan terkait Iran. Kondisi tersebut membuat BoE tetap perlu berhati-hati dalam menilai risiko inflasi dan arah kebijakan moneter berikutnya.
Pill menambahkan bahwa untuk membenarkan pengetatan hingga sekitar 100 basis poin, BoE membutuhkan bukti yang lebih konkret mengenai risiko inflasi. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa bank sentral Inggris belum sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga yang agresif dalam setahun mendatang.